New here? Register. ×
×

Ziarah ke Makam Bujang Salim, Muslim Ajak Caleg SIRA Merdekakan Rakyat Aceh

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, POLITIK
09Apr

RUBERNEWS.COM | Ketua DPW Partai SIRA Kabupaten Aceh Utara, Muslim Syamsuddin, ST beserta kader dan para caleg melakukan ziarah kubur ke makam pahlawan kemerdekaan, Teuku Budjang Selamat atau yang lebih populer Bujang Salim. Muslim mengajak kader SIRA untuk meneladani Budjang Salim untuk memerdekakan rakyat Aceh dalam 3 hal.

Rombongan caleg Partai SIRA yang dipimpin Muslim Syamsuddin tiba di komplek makam Bujang Salim yang berada di Gampong Keude Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Selasa (9/4/2019) petang atau sekira pukul 17:00 WIB.

Rombongan para caleg langsung dipeusijuek di balai pengajian yang berada di komplek makam, sejenak setelah tiba. Rombongan juga menggelar doa bersama di samping pusara sosok pejuang yang dikenal luas oleh masyarakat Aceh Utara.

Muslim Syamsuddin kepada awak media seusai ziarah mengatakan sosok Budjang Salim patut diteladani. Selain tokoh kemerdekaan RI, Budjang Selamat yang wafat pada 14 Januari 1959 itu telah pula meninggalkan bangunan bersejarah nan megah di wilayah barat Aceh Utara yakni berupa masjid yang ditabalkan seperti nama gelarnya, Masjid Besar Bujang Salim.

Sebagai catatan, sebuah literatur menyebut Bujang Salim merupakan anak seorang bangsawan di kerajaan Nisam yang memiliki nama asli Teuku Rhi Bujang alias T Bujang Slamat bin Rhi Mahmud. Bujang Selamat yang dikenal luas sebagai seorang penentang kolonial Belanda, pada tahun 1921 memprakarsai berdirinya sebuah masjid nan megah saat ini.

“Hikmah yang diambil dari ziarah ini yaitu bagaimana kami era generasi saat ini bisa meneladani dan meniru perjuangan beliau. Budjang Salim adalah sosok yang telah berjuang untuk kepentingan masyarakat umum. Berjuang untuk kemerdekaan ekonomi, kemerdekaan infrastruktur dan kemerdekaan agama. Ketiganya telah ia perjuangkan” kata muslim saat ditanyai makna dari ziarah kubur yang ia gelar.

Muslim Syamsuddin yang juga maju sebagai caleg DPR Aceh dapil Aceh Utara-Lhokseumawe ketika berzirah bersama caleg DPRK Aceh Utara dapil 4 (Sawang, Muara Batu dan Dewantara) ingin sekali melakukan hal sama seperti yang Budjang Salim lakukan. Kader SIRA diharapkan dapat melakukan hal serupa yakni memberi kontribusi nyata bagi kepentingan masyarakat.

Muslim yang juga seorang aktivis pemuda pemekaran Kabupaten Aceh Malaka itu berharap seluruh kader dapat meneladani jejak seorang Budjang Salim, jika diberi mandat sebagai wakil rakyat.

“Inti yang utama, kami berdoa disamping makam seorang pejuang yang telah berjasa kepada masyarakat, mudah-mudahan cita-cita kami akan terkabulkan oleh Allah SWT. Paling kurang, bisa mengikuti perjuangan seorang pejuang yang bernama Budjang Salim” kata pengusaha muda itu.

Partai SIRA merupakan partai lokal peserta Pemilu, 17 April mendatang. Partai yang didirikan oleh para aktivis dan presidium Sentral Informasi Referendum Aceh itu berada di nomor urut 16 dari 20 parpol peserta Pemilu.

Partai SIRA tak asing di kancah politik lokal di propinsi Aceh. Bersama 5 partai lokal lainnya, SIRA tercatat sebagai peserta pesta demokrasi 5 tahunan edisi perdana atau tahun 2009 pasca penandatangan MoU Helsinki. Sempat vakum di Pemilu edisi 2014, kini partai yang dulunya bernama Suara Independen Rakyat Aceh atau memiliki akronim sama dengan gerakan aktivis referendum Aceh, SIRA, kembali ke panggung politik tanah air.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan