New here? Register. ×
×

Terkait Rencana Eksploitasi Tambang Emas di Gayo, ini Kata Plt Gubernur Aceh

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH, EKONOMI
09Apr

RUBERNEWS.COM | Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah menanggapi aksi penolakan elemen mahasiswa dan aktivis lingkungan terkait rencana eksplorasi tambang emas di Kabupaten Aceh Tengah. Nova menyebut aspirasi rakyat tetap diakomodir sembari pemerintah Aceh memperlajari kembali izin yang telah dikantongi PT. Linge Mineral Resource.

“Kita lihat dulu kasusnya, ada ijin tambang yang sudah dikeluarkan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertugas melaksanakan koordinasi kebijakan dan pelayanan di bidang penanaman modal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Begitu juga untuk Penanaman Modal Asing (PMA). Itu kita lihat dulu di delik mana nanti bisa kita salurkan aspirasi rakyat” kata Nova usai meresmikan 3 Gardu Induk PLN di Takengon, Selasa (9/4/2019).

Sebelumnya, rencana PT Linge Mineral Resource untuk mengeruk hasil bumi berupa emas di Tanah Gayo tepatnya di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah menuai penolakan dari berbagai elemen mahasiswa dan aktivis lingkungan hidup. Mereka menilai, kehadiran perusahaan tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal Gayo serta dalam waktu jangka panjang akan merusak keseimbangan air, tanah serta ekosistem setempat yang masih termasuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser.

Elemen mahasiswa dan aktivis juga telah melakukan aksi unjuk rasa mendesak Pemerintah Aceh untuk melanjutkan moratorium pertambangan serta mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Linge Mineral Resource yang dianggap tidak clean dan clear serta tidak mematuhi peraturan perundang-undangan berdasarkan Admnistratif, teknis, lingkungan dan finansial.

Ketika disinggung soal moratorium, secara prinsipil Plt Gubernur Aceh setuju. Hanya saja, sebut dia, hasil bumi bisa saja ditambang dengan terminologi yang selektif terhadap perusahaan yang dibekali ijin eksploitasi.

“Moratorium itu pada dasarnya kita ingin moratorium selamanya. Tapi peraturan perundang-undangan tidak mengharapkan ijin tambang, mungkin terminologi yang paling pas yaitu mengeluarkan ijin tambang sangat selektif, karena lingkungan adalah yang menjadi pertimbangan utama” jelas Nova Iriansyah.

Akhir bulan ini kata dia, pihaknya akan mengikuti sebuah konferensi tentang lingkungan di Kolombia. Nantinya Pemerintah Aceh akan menyesuaikan dengan visi lingkungan.

“Disana nanti kita akan menyesuaikan dengan visi lingkungan global dan sekali lagi saya katakan, lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam hal perijinan. Untuk itu (pemberian-red) ijin akan dilakukan secara selektif” paparnya.

Terkait orasi penolakan oleh sejumlah massa, Selasa kemarin (8/4), Nova menyebut hal itu sah-sah saja dilakukan. Ia menilai unjuk rasa merupakan hal yang wajar, dikarenakan Indonesia merupakan negara demokrasi.

“Kalau unjuk rasa silahkan, ini negara demokrasi. Namun perlu diingat, masih ada delik yang bisa ditinjau ulang oleh pemerintah terkait perijinan dengan maksud dilihat kembali proses perijinanya mulai dari sosialisasi, tinjauan Amdal dan lain lain. Nanti kita tempuh jalur yang disediakan oleh hukum” tutup Plt Gubernur Aceh itu.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan