New here? Register. ×
×

Ini Kata Bupati Aceh Tengah Terkait Demo Tolak Kehadiran Perusahaan Tambang Emas

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH, EKONOMI
08Apr

RUBERNEWS.COM | Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar akhirnya menemui massa yang menggelar aksi demonstrasi penolakan kehadiran perusahaan tambang emas di dataran tinggi Gayo.

Shabela menyebut akan memikirkan dahulu tuntutan massa yang menolak kehadiran PT Linge Mineral Resource yang akan mengeksplorasi hasil alam berupa tambang emas.

Sebelumnya, sejak Senin pagi (8/4/2019) seratusan mahasiswa dan aktivis lingkungan yang menamai diri Masyarakat Peduli Tanah Linge menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRK Aceh Tengah dan kantor Bupati Aceh Tengah di Takengon.

Massa dalam tuntutannya meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk meninjau ulang ijin usaha untuk ekplorasi tambang di daerah penghasil kopi tersebut. Massa menilai, pemberian ijin usaha tambang tidak sesuai dengan semangat moratorium ijin yang telah diterbitkan dalam bentuk instruksi gubernur oleh Pemerintah Propinsi Aceh.

Shabela menyebut penolakan terhadap rencana kehadiran tambang emas yang akan dikelola oleh PT Linge Mineral Resource di wilayah Linge untuk dipikirkan terlebih dahulu secara matang.

Baca Juga: Pendemo Tolak Tambang Aceh Tengah Dipukul dan Sempat Dirawat, GMNI: Ini Kekerasan

“Pikirkan terlebih dahulu, jangan terburu-buru untuk menolak. Sebaiknya kita turun bersama ke Linge untuk melihat langsung lokasinya, kami yang fasilitasi” kata Shabela kepada massa di gedung dewan setempat.

Menurut Bupati Shabela, saat ini di wilayah Linge ada penambangan liar. Sedangkan untuk kehadiran PT Linge Mineral Resource, IUP-nya telah ditandatangani pada pahun 2009 yang lalu.

“Tolong dipertimbangkan terlebih dahulu. Kaji dulu dampak positif dan negatifnya. Apabila negatifnya lebih banyak, saya orang pertama yang menolak kehadiran perusahaan ini. Bagaimana saya langsung menolak, barangnya pun belum jelas” urai Shabela.

Ia juga tidak mengetahui pasti lokasi dan luas lahan yang akan dikelola PT. Linge Mineral Resource.  Bahkan Dinas Perijinan Aceh Tengah disebut juga belum mengetahui pasti terkait luas lahan yang akan dikelola.

“Sekarang masyarakat disana menerima, kita menolak. Sampaikan sama masyarakat dampak positif dan negatifnya supaya mereka paham. Takutnya kita menolak masyarakat disana menerima, kita teliti dulu” harap Shabela Abubakar.

Sementara itu Koordinator Jang-Ko tetap keukeuh kepada tuntutan yakni menolak kehadiran PT. Linge Mineral Resource untuk mengeruk perut bumi Linge.

“Tetap kami sampaikan menolak, kami juga mendesak Plt Gubernur Aceh tetap melanjutkan Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Moratorium Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam dan Batubara” katanya.

Shabela merespon pernyataan tersebut dengan menyatakan mendukung moratorium agar dilanjutkan. Namun, ia menyebut mendukung moratorium untuk galian jenis primer atau bulan jenis galian untuk tambang emas yang dikategorikan Galian B.

“Kami setuju memperpanjang moratorium pertambangan Galian A” tandas Bupati Aceh Tengah.

Baca Juga : Tolak Kehadiran Tambang di Gayo, Jang-Ko: Plt Gubernur Aceh Harus Komit

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan