New here? Register. ×
×

Bintang Bulan Berkibar Sempurna di Kuta Pase

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, POLITIK
08Apr

RUBERNEWS.COM | Bendera Bintang Bulan kembali berkibar di wilayah hukum Kota Lhokseumawe atau sering juga dikenal sebaga wilayah Kuta Pase. Bendera Aceh berukuran raksasa itu dikerek ke sebatang tiang di tengah lapangan Hira, tempat kampanye terbuka Partai Aceh, Minggu (7/4/2019). Bendera berhasil dikibarkan sempurna di sebatang tiang berukuran 10 meter.

Partai Aceh menggelar kampanye rapat umum atau kampanye terbuka menghadapi pemilu legislatif, 17 April nanti. Hadir dalam kampanye akbar yakni Ketua KPA/PA Pusat Muzakir Manaf, Ketua KPPA Pusat M. Harun, Suaidi Yahya (Wali Kota Lhokseumawe), M. Yasir Umar (Ketua DPRK Lhokseumawe) dan Bupati Aceh Utara Muhammmad Thaib.

Selanjutnya Ketua KPA Wilyah Kuta Pase Mukhtar Hanafiah alias Ableh, Ketua DPW PA Kota Lhokseumawe Husaini beserta pengurus dan para caleg.

Bendera Bintang Bulan sebenarnya sempat ditunjukan dan dibentangkan di awal acara kampanye. Namun peristiwa yang sempat memancing reaksi massa terjadi pada saat Ketua KPPA Pusat, Tgk Harun menyampaikan orasi politiknya, dimana sekelompok pemuda mengerek bendera GAM itu ke puncak tiang bendera.

Massa yang sebelumnya mendengar dengan seksama orasi politik Tgk Harun justru berbalik arah dan lebih tertarik menyaksikan prosesi penaikan bendera bintang bulan. Bendera sempat berkibar sempurna di pucuk tiang.

Lalu, sempat terjadi cekcok, karena satgas PA meminta bendera itu diturunkan, namun sebagian lainnya menentang dan meminta bendera tetap dikibarkan. Setelah terjadi insiden kecil, satgas PA yang dengan sigapnya kemudian menurunkan bendera berlatar merah dengan logo bintang dan bulan ditengahnya itu.

Seperti diketahui, Bendera Bintang Bulan telah disahkan oleh DPR Aceh sebagai bendera daerah. Namun pemerintah pusat menolak bendera itu karena dianggap mirip bendera GAM yang disebut separatis. Keteguhan antara pemerintah RI dan DPRA sehingga membuat status qanun bendera dihentikan sementara pembahasannya atau cooling down.

Sekretaris KPPA Lhokseumawe Halim Abe kepada awak media menuturkan pihaknya tidak memerintahkan kader untuk menaikan bendera tersebut. “Itu inisiatif masyarakat sendiri. Mungkin karena cintanya dengan bendera tersebut. Tidak ada settingan dalam hal bendera tersebut dinaikan. Kita juga tidak tahu siapa yang menaikan dan siapa yang menyuruh” kata Halim Abe.

Sementara itu, Ketua KPPA Kota Lhokseumawe M. Yasir Umar menyebut rakyat Aceh harus memenangkan Partai Aceh. Karena, hanya Partai Aceh yang memiliki komitmen tinggi untuk merealisasikan butir-butir kesepakatan damai atau MoU Helsinki di Finlandia.

“Seperti Bendera Bintang Bulan selalu dilakukan cooling down oleh pemerintah pusat. Masyarakat Aceh perlu bersama-sama memperjuangkan ini, tentu dengan cara memenangkan Partai Aceh supaya dapat bersuara di parlemen. Ini merupakan amanah dari para pendahulu kita, amanah perjuangan belum selesai, rakyat Aceh masih morat-marit, dan (implementasi semua butir) MoU Helsinki belum selesai di Aceh,” ungkap Yasir.

Orasi politik disampaikan secara bergantian diantaranya oleh Mualem yang mengkampanyekan Prabowo-Sandi atau Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya yang membahas hubungan pemenangan Partai Aceh dengan pembangunan di Kota Lhokseumawe.

Kampanye Akbar juga diikuti oleh ratusan becak dan konvoi keliling kota oleh massa dengan angkutan kendaraan roda dua dan empat serta truk angkutan terbuka.

Kampanye terbuka berakhir sekira pukul 17:30 WIB, massa meninggalkan lokasi acara dengan tenang.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan