New here? Register. ×
×

Muchsin Hasan: Jangan Gara-gara Berbeda Pilihan, Keluarga Terpecah Belah

no comments
23Mar

RUBERNEWS.COM | Berbeda pilihan, berbeda warna pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 merupakan hal yang biasa, namun kerukunan hidup bersaudara menjadi lebih utama.

Begitulah kalimat yang diujarkan oleh kader senior Partai Golongan Karya Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang ikut mewarnai demokrasi lima tahunan sebagai calon anggota DPRK periode 2019-2024 di negeri penghasil kopi arabika itu.

Pria kelahiran Takengon, 10 Maret 1979 itu menyebut meski berbeda pilihan dan berbeda warna pada Pemilu Tahun 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April mendatang atau yang tinggal menghitung hari itu, hubungan keluarga tetap harus diutamakan.

“Jangan gara-gara berbeda warna, berbeda pilihan, keluarga menjadi terpecah belah. Ini demokrasi. Berbeda pilihan, berbeda warna itu hal yang biasa” tutur Muchsin Hasan saat berbincang dengan wartawan rubernews.com, di kediamannya, Sabtu (23/03/2019).

Sosok Muchsin Hasan dikenal luas oleh masyarakat dataran tinggi Gayo, khususnya di Kabupaten Aceh Tengah. Ya, Muchsin Hasan  yang merupakan alumnus STAI Gajah Putih, sebelumnya menjabat Ketua DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019.

Di tengah masa jabatan, Muchsin Hasan sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Aceh Tengah pada Pilkada tahun 2017 lalu. Namun usaha itu belum membuahkan hasil. Sebagai seorang politisi, ia tetap istiqamah di jalurnya yakni dengan kembali nyaleg untuk DPRK Aceh Tengah periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, meliputi Kecamatan Bebesen, Kute Panang dan Bies. Muchsin Hasan tercatat sebagai caleg Partai Golkar nomor urut satu (1) dari dapil tersebut.

Sebagai agenda demokrasi rutin lima tahunan, Pemilu Legislatif (pileg) tahun ini dinilai harus dijalankan dengan santun. Sepanjang perhelatan Pemilu di era pemilihan wakil rakyat secara langsung, pileg merupakan  momentum demokrasi yang wajar dan biasa dilakukan setiap lima tahun sekali.

Semua orang diminta dapat menghadapinya dengan cerdas dan bijak tanpa membuat masyarakat terkotak-kotak. Tanpa membuat silaturahmi terputus ataj tanpa membuat hubungan kekeluargaan semakin renggang.

“Pileg, pilpres hal yang wajar. Itu bukan menjadi alasan untuk terpecah belah. Ini merupakan sebuah pesta demokrasi yang lumrah dilaksanakan selama lima tahun sekali. Oleh karena itu persatuan dan semangat kebersamaan adalah hal prioritas kita bersama demi masa depan negeri ini yang lebih baik. Demi bangsa yang lebih baik dan demi Indonesia yang lebih berwarna di masa yang akan datang” tandas Muchsin.

Mantan Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Muhklisin (2006-2009) itu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan hubungan silaturahmi  (kekeluargaan) untuk tetap terjaga dalam rangka menghadapi Pemilu Tahun 2019.

“17 April 2019 semakin dekat. Semoga momentum Pemilu ini dapat lebih mencerdaskan kita. Dapat lebih mematangkan kita untuk menjadi manusia-manusia yang berdemokrasi” tutup Muchsin Hasan.

Muchsin Hasan, Caleg DPRK Aceh Tengah Dapil 4 dari Partai Golkar

Sharing is caring