New here? Register. ×
×

Bupati Aceh Tengah: Program 2 Hektar per KK Bukan Omong Kosong

no comments
11Feb

RUBERNEWS.COM | Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar menegaskan bahwa program 2 hektar per kepala keluarga yang pernah dijanjikan pada masa kampanye Pilkada 2017 lalu bukanlah omong kosong.

Bupati menyebut saat ini pemerintah sudah merampungkan sejumlah survey, termasuk lokasi lahan garapan.

“Program 2 Hektar Per KK itu bukan khayalan atau fiksi atau omong kosong belaka, tapi janji kampanye yang harus dilaksanakan” tegas Shabela Abubakar  disela acara pelantikan pengurus KNPI Aceh Tengah, Senin (11/02/2019) di Gedung Ummi Komplek Pendopo di Takengon.

Sebelumnya, banyak pihak menanti program 2 hektar per kepala keluarga yang pernah dijanjikan pasangan SHAFDA (Shabela-Firdaus) pada masa kampanye.

Setelah terpilih, publik kembali menagih dan menanti realisasi janji politik yang pernah diucapkan. Sebagian lainnya mulai tak sabar, hingga melontarkan kritik melalui berbagai media.

Akhir-akhir ini sejumlah mahasiswa pun turut menuntut janji Shabela Abubakar melalui aksi tutup mulut.

Mendapat kritikan, Bupati Aceh Tengah menanggapinya dengan tenang, namun tetap meyakinkan publik bahwa janji tersebut akan ditunaikan.

Masyarakat diharapkan bersabar menanti realisasi program 2 ha per KK, karena  Shabela mengaku ingin agar program ini berhasil dan memberi manfaat serta tepat sasaran.

Menurutnya, setiap program harus direncanakan dengan matang. Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Ia memberi contoh beberapa program yang terlantar selama ini dan menyebabkan kerugian negara.

Untuk program lahan 2 ha per KK, kata Bupati, sejak awal tahun 2018 Pemkab Aceh Tengah sudah mulai melakukan Survey Investigasi Desain (SID) untuk menginventarisasi lahan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Survey itu rampung dilakukan tahun lalu.

Hasil survey, ada beberapa lokasi yang cocok dijadikan lahan garapan diantaranya di Kecamatan Ketol, Kecamatan Rusip Antara, Kecamatan Linge, Kecamatan Bintang dan Kecamatan Jagong Jeget.

“Kita ingin susun program yang bermanfaat dan membuahkan hasil. Bukan proyek asal jadi,” kata orang nomor satu di negeri penghasil Kopi Arabika itu.

Sementara untuk tahun  2019 ini, akan mulai dilakukan seleksi secara terbuka keluarga yang dinilai dapat menjalankan program untuk mendapatkan 2 hektar lahan tersebut. Ada beberapa syarat bagi calon penerima manfaat.

“Misalnya kepala keluarga yang tergolong miskin dan masih tinggal di keluarga induk. Kemudian ada masa waktu minimal berapa tahun setelah menikah dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Serta yang paling penting, ada kesungguhan dan serius untuk menjadi petani” beber Shabela.

Ditambahkan, lahan yang akan digarap nantinya disesuaikan dengan tanaman yang cocok dengan kondisi tanah. Namun, Shabela memberi fokus pada jenis tanaman unggulan Kopi Arabika Gayo, pencetakan sawah baru dan sere wangi.

“Segera, proses seleksi keluarga yang akan menjalankan program ini akan diumumkan, tidak lama lagi” pungkasnya.

Baca Juga : Aksi Tutup Mulut Mahasiswa: Tuntut Bupati Aceh Tengah Tak Ingkar Janji

Sharing is caring