New here? Register. ×
×

KPPA DPW PA Aceh Besar Dikukuhkan, Kader Diminta Solid Menangkan Pileg 2019

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in DAERAH, POLITIK
09Feb

Rubernews.com | Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) H. Muzakir Manaf alias Mualem resmi mengukuhkan Komite Pemenangan Partai Aceh (KPPA) DPW PA Aceh Besar. Pengukuhan ini berlangsung di halaman kantor DPW PA setempat, Sabtu (9/2/2019).

Ketua KPPA DPW PA Aceh Besar sendiri dijabat oleh Mukhlis Basyah (Aduen Mukhlis) dengan lima orang Wakil Ketua, yaitu Bustamam alias Dambus (Wakil Ketua I), Dzulfikri alis Yah Lot (Wakil Ketua II), Bukhari alias Yah Kari (Wakil Ketua II), Zulkifli (Wakil Ketua IV), dan Mahmuddin alias Alie Pasie (Wakil Ketua V).

Sedangkan Sekretaris dijabat oleh Tgk Usman Muda dan posisi Bendahara dijabat oleh H. Azwir Basyah.

Mukhlis Basyah beserta struktur KPPA dan pengurus DPW PA lainnya akan bekerja memenangkan Partai Aceh pada Pemilu Legislatif (Pileg) April mendatang sehingga bisa kembali menguasai kursi DPRK Aceh Besar seperti Pileg 2009 dan 2014 silam. Selain itu mantan Bupati Aceh Besar ini juga akan bahu membahu dalam memenangkan kursi DPRA Dapil I yang meliputi Aceh Besar, Sabang dan Banda Aceh.

Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf, dalam sambutannya menegaskan bahwa Partai Aceh tidak mengenal kompromi atau koalisi dengan partai manapun dalam pemilihan kursi DPRK dan DPRA. Karenanya, mantan Panglima GAM ini meminta semua pengurus dan kader Partai Aceh untuk bekerja semaksimal mungkin demi mendulang kursi mayoritas (pemenang) di tingkat DPRK dan DPRA.

“Untuk DPR RI memang kita berkoalisi dengan Partai Gerindra. Ada beberapa kader Partai Aceh yang sengaja kita utus ke Senayan demi memudahkan perjuangan kita nantinya, tapi untuk DPRK dan DPRA kita tidak berkoalisi dengan partai manapun. Oleh karenanya, baik DPRK maupun DPRA Partai Aceh harus menang 50+1. Sepakat Partai Aceh menang,” tegas Mualem yang disambut terikan ‘sepakat’ oleh ratusan kader Partai Aceh yang hadir.

Sementara Mukhlis Basyah dalam sambutannya mengatakan bahwa semangat Partai Aceh sebagai partai yang lahir dari rahim perjuangan harus tetap digelorakan di tengah masyarakat. Menurutnya, meski dalam beberapa tahun terakhir muncul stigma negatif dari sebagian masyarakat terhadap Partai Aceh, namun Partai Aceh tetap menjadi partai pertama dan utama yang memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh sebagaimana amanat MoU Helsink.

“Eksistensi Partai Aceh harus tetap diperhitungkan karena ini adalah partai yang lahir dari rahim perjuangan. Partai Aceh adalah partai pertama dan utama yang memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh sebagaimana yang diamantkan dalam butir-butir MoU Helsinki. Ini adalah fakta, tidak ada partai lain yang menyuarakan hak rakyat Aceh seperti yang dilakukan Partai Aceh dalam menuntut realisasi MoU Helsinki,” ujar Mukhlis Basyah.

Untuk itu, pria yang akrab disapa Adun Mukhlis itu meminta semua kader Partai Aceh khususnya di Aceh Besar agar tetap kompak dalam memenangkan Pileg yang akan berlangsung pada April mendatang. “Jangan sampai muncul dari kader Partai Aceh, untuk DPRA saya bekerja ke Partai Aceh dan DPRK partai lain atau sebaliknya DPRK ke Partai Aceh dan DPRA ke partai lain. Kader Partai Aceh harus kompak untuk memenangkan Partai Aceh baik untuk DPRK maupun DPRA,” tegasnya.

Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua DPW PA Aceh Besar, Saifuddin Yahya (Pak Cek) bahwa kader PA di Aceh Besar harus kompak dan solid dalam bekerja menghadapi Pileg 2019. Pak Cek menegaskan kursi mayoritas di DPRK Aceh Besar harus kembali menjadi milik Partai Aceh.

“Partai Aceh punya manajemen politik yang bagus untuk memenangkan Pemilu. Terbukti kita sudah memenangkan dua kali Pileg yaitu 2009 dan 2014. Pileg 2019 kita harus kembali menjadi pemenang di Aceh Besar,” pungkas Pak Cek, yang juga salah satu Caleg DPRA di Dapil I.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan