New here? Register. ×
×

Cik Gu Tak Hadir, Masyarakat Palang Ruang Guru SD di Aceh Tengah

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH, PENDIDIKAN
09Feb

RUBERNEWS.COM | Akibat kesal tak satupun guru atau Cikgu yang hadir di SD Negeri 18 Pegasing, Aceh Tengah pada Jum’at, 08 Februari 2019, kemarin, masyarakat Kampung Panangan Mata, Kecamatan setempat berinisiatif memalang pintu ruang dewan guru di sekolah itu. Warga memalang pintu kantor guru dengan bahan kayu seadanya.

“Pada saat itu masyarakat sedang bergotong royong, mereka melihat tak ada satupun guru yang datang pada waktu itu sehingga masyarakat berinisiatif melakukan pemalangan pintu ruangan guru di SDN 18” kata Reje (Kepala Desa) Panangan Mata, Hairi Yusma  kepada Rubernews.com, Sabtu (09/02) malam melalui sambungan selularnya.

Pemandangan tak ada guru di SDN 18 itu, kata Yusma sudah sering terjadi. Bahkan sebelumnya telah membuat perjanjian dengan masyarakat supaya permasalahan tersebut tidak terulang lagi.

“Sebelumnya, sudah dibuat kesepakatan supaya tidak terulang lagi permasalahan itu, namun masih saja terulang, kan sayang murid disini,” jelas Yusma sembari menuturkan ia hanya mendengar laporan dari masyarakat bahwa pintu ruangan guru tersebut telah dipalang oleh masyarakatnya dan telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Aceh Tengah.

Ia juga menyayangkan alasan kekurangan guru untuk mengajar di SD tersebut. Bahkan sebelumnya, kata dia, guru beralasan tidak memiliki tempat tinggal di desa tersebut sehingga sering terlambat.

“Sekarang sudah dibangun rumah tidak ada yang menempati. Semoga permasalahan ini tidak terulang lagi,” tutup Reje Kampung Panangan Mata itu.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN 18 Pegasing, Samidi membenarkan tentang pemalangan pintu ruangan guru tersebut. “Hanya ruangan guru yang dipalang masyarakat, sedangkan aktifitas belajar mengajar tetap jalan” kata dia.

Ia menyebut akan memberikan sanksi tegas kepada guru yang jarang masuk dan guru yang tidak hadir pada hari Jum’at kemarin.

“Kami akan berikan sanksi terkait masalah ini, sedangkan masalah pemalangan akan dimusyawarahkan dengan masyarakat pada Senin ini” tutup Samidi yang terhitung baru menjabat sebagai kepala sekolah di SD tersebut.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Uswatuddin mengaku pihaknya akan turun ke lapangan pada Senin  lusa, untuk mengecek langsung kondisi SDN 18 sekaligus memecahkan persoalan yang ada dengan masyarakat setempat.

“Saya rasa ini hanya masalah disiplin waktu, karena guru yang mengajar disitu kebanyakan berasal dari Kota dan perjalanan kesana butuh waktu. Terlebih lagi kondisi jalan sangat memprihatinkan” kata Uswatuddin.

Ia menyebut sudah berkomunikasi dengan Kepala Sekolah. “Disana memang kekurangan guru dan kami akan cari solusi terbaik untuk masalah ini” jelasnya

Untuk diketahui, jumlah PNS yang ada di SDN 18 berjumlah 3 orang, guru honorer 2 orang dan guru kontrak sebanyak 6 orang. Sedangkan jumlah siswa diperkirakan hanya 27-37 orang.

Sharing is caring