New here? Register. ×
×

Aksi Tutup Mulut Mahasiswa: Tuntut Bupati Aceh Tengah Tak Ingkar Janji

no comments
07Feb

RUBERNEWS.COM | Empat mahasiswa di Aceh Tengah menggelar aksi tutup mulut menuntut Bupati dan Wakil Bupati, Shabela – Firdaus, tidak ingkar akan janji-janji pada masa kampanye dulu.

Aksi empat mahasiswa tersebut berlangsung Kamis (07/02/2019) mulaj pukul 10:00 WIB di halaman kantor Bupati dan DPRK Aceh Tengah.

Pantauan rubernews.com di lokasi, para mahasiswa dengan mulut tertutup lakban dan bertelanjang dada itu turut membawa karton bertuliskan 10 janji-janji kampanye pasangan Shabela Abubakar dan Firdaus (Shafda) pada  Pilkada 2017 yang lalu. Empat pemuda ini rela berjemur di bawah terik matahari yang sangat menyengat di dataran tinggi Gayo itu.

Dalam aksinya, mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya pada kertas karton yang dibawa, meminta bupati m iba memerealisasikan janji program kerja pro-rakyat yang dulu pernah dilontarkan pasangan Shafda pada saat kampanye di lapangan Blang Bebangka, Pegasing, sekitar bulan Februari 2017.

Pada kertas karton yang dibawa, empat pria ini menuliskan kata-kata untuk menagih janji kampanye, seperti “Mana Program Ambulance Emergency?”, “Kapan dan Dimana Lahan 2 Hektare per KK” dan “Mana Lapangan Pekerjaan yang Dijanjikan” serta “Mana Lahan Persawahan 2 Kaleng Bibit”.

Ada juga tulisan “Program Bupati dan Wakil Bupati Jalan Ditempat. Di punggung mahasiswa itu juga bertuliskan 2 hektar per KK.

Tulisan itu dipegang oleh empat pemuda ini tanpa berkata-kata hingga membubarkan diri dari Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah.

Di depan kantor dewan empat pemuda ini tidak disambut oleh wakil rakyat, sehingga melanjutkan aksinya di depan Kantor Bupati Aceh Tengah.

Di lokasi ini, empat pria ini kembali membentangkan tuntutan. Aksi empat pemuda ini mendapat pengawalan dari personil Polres Aceh Tengah dan Satpol hingga akhirnya, 4 pemuda yang mengatasnamakan mahasiswa ini membubarkan diri tanpa kata-kata.

Sebelumnya sempat ditawarkan oleh perwakilan Pemkab Aceh Tengah yang ditunjuk untuk menemui para mahasiswa agar menghentikan  aksinya.

Ke empat pemuda ini ditawarkan bertemu dengan Bupati Shabela yang saat itu berada di ruangannya, namun ajakan itu gagal. Empat pemuda iru tak menggubris ajakan perwakilan pemerintah, mereka memilih bubar dari tempat aksi.

Sharing is caring