New here? Register. ×
×

Pegawai Kurang Harmonis, Dinas PUPR Aceh Tengah Butuh Suplemen

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH
04Feb

RUBERNEWS.COM | Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar menyebut pegawai di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Tengah saat ini kurang harmonis sehingga butuh suplemen untuk mengobati penyakit tersebut.

“Kami menerima laporan di dinas PUPR ini pegawainya kurang harmonis, baik itu antara pimpinan dan Kabid. Antara pegawai dan pimpinan, bahkan parahnya lagi sudah berkubu-kubu, dan ini perlu diobati” kata Shabela disela-sela melakukan inspeksi mendadak di instanstansi tersebut, Senin (04/01/2019).

Ia juga meminta pegawai yang bekerja di dinas PUPR dan sudah mulai merasa jenuh agar mengusulkan pindah tempat kerja.

“Yang sudah merasa jenuh atau merasa tidak senang lagi kerja disini silahkan ajukan pindah. Saya juga paham, mungkin ada yang sudah 20 tahun mengabdi disini, pasti dengan jangka waktu yang sangat lama itu sudah merasa bosan, intinya jangan sampai bentrok dulu baru dipindahkan” terang orang nomor satu di negeri penghasil kopi Arabika itu.

Tambahnya lagi, dinas yang memiliki peran penting untuk pembangunan fisik di Kabupaten Aceh Tengah itu segera merubah konsep pemerintahan, sehingga realisasi program infrastruktur tahun 2019 ini terealisasi dengan baik.

“Jangan saling menyalahkan, jangan merasa paling benar. Silahkan bersatu membangun Aceh Tengah ini” ajak Shabela, sembari menyebut, pihaknya akan mengevaluasi dinas PUPR dibawah pimpinan Subhandi AP, MSI.

Saat Sidak berlangsung, Bupati Aceh Tengah melihat langsung kondisi ruangan yang ada di dinas tersebut. Ia menyayangkan masih ada ruangan dengan karpet terkoyak-koyak.

“Kalau sudah rusak silahkan diganti, begitu juga konstruksi bangunan yang sudah tidak layak silahkan diganti, anggaran pemeliharaan gedung kan ada” jelas Shabela Abubakar menanggapi kondisi fasilitas di dinas tersebut.

Ia juga merasa geram saat menerima laporan bahwa terdapat oknum pegawai honorer di dinas PUPR terlibat dalam kegiatan fisik sebagai pemborong.

“Kami akan berhentikan, tidak boleh ada honor yang ikut terlibat sebagai pemborong, apalagi itu kiriman, dalam aturan tidak boleh,” tegas Shabela Abubakar, sembari menuturkan pegawai honorer yang kurang produktif juga segera diberhentikan.

Sementara itu Sekretaris PUPR Aceh Tengah meminta kepada Bupati untuk memfasilitasi pertemuan atau  forum diskusi terkait polemik yang ada di dinas tersebut.

“Kami masih perlu bimbingan terhadap kondisi saat ini. Kecintaan kami demi terlaksananya program pembangunan di Aceh Tengah, sangat besar, untuk itu kami minta lebih cepat lebih bagus,” tutur Amdalika yang sudah 20 tahun bekerja di instansi itu.

Akhirnya disepakati, forum diskusi akan dilaksanakan pada hari Rabu, 6 Februari 2019 mendatang di Kantor Bupati Aceh Tengah.

Sharing is caring