New here? Register. ×
×

Diduga Sarat Permainan, Kontraktor Migas di Aceh Utara Sambangi KPKNL Lhokseumawe

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in BERITA PILIHAN, DAERAH, HUKUM
22Jan

RUBERNEWS.COM | Belasan anggota Perkumpulan Kontraktor dan Supplier Lingkungan Pertamina Hulu Energi-NSB Lhoksukon, Aceh Utara menyambangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI yang berada di Jalan Hamzah Bendahara atau persis di depan Kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa pagi (22/1/2019).

Kedatangan anggota asosiasi perkumpulan kontraktor ini ingin mempertanyakan proses lelang barang milik negara berupa alat-alat bekas produksi minyak dan gas yang dulunya digunakan exxon mobil oil. Lelang barang yang memiliki limit nilai hingga Rp9,8 Milyar itu diduga sarat masalah dan permainan.

Ketua Perkumpulan Kontraktor Migas PHE-NSB, Moerhady kepada rubernews.com menuturkan pihaknya mendatangi KPKNL untuk mempertanyakan proses dan tahapan lelang barang bekas milik negara tersebut. Menurut Moerhady yang didampingi kawan-kawan, jadwal yang dikeluarkan panitia di KPKNL cenderung dan berpotensi digunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Panitia, kata Moerhady mempersilahkan rekanan yang ingin mengikuti lelang terbuka itu untuk mendaftar dan mengupload dokumen pada situs www.lelang.go.id hingga hari ini, Selasa, (22/1). Sementara keesokoan harinya, atau Rabu (23/1) pukul 10:00 WIB, panitia menjadwalkan akan mengumumkan hasil verifikasi terhadap kelengkapan dokumen yang telah diupload.

Disini, kecurigaan rekanan lokal mulai mencuat. Kontraktor lokal merasa seolah ada permainan terhadap pembuktian dokumen perusahaan yang ikut lelang.

“Darimana panitia tahu bahwa perusahaan yang mendaftar itu asli bukan bodong. Karena, pendaftaran secara online, kapan perusahaan dari luar Aceh yang mendaftarkan itu menunjukkan dokumen aslinya? Tahapan verifikasi dokumen itu dengan menunjukkan dokumen asli perusahaan kepada panitia,” jelas Moerhady.

Dengan rentang waktu yang sangat singkat, kata dia, sangat tidak mungkin bagi perusahaan yang berada di luar Aceh untuk dapat menunjukkan hardcopy atau dokumen asli perusahaan kepada panitia. Karena lelang terbuka ini juga bisa diikuti oleh rekanan dari daerah lain di Indonesia, baik dari Medan hingga Jakarta.

“Dengan membiarkan praktek seperti ini, kami mencurigai lelang ini ada permainan dan panitia membuka kesempatan bagi perusahaan bodong untuk mengikuti tender. Kami mencurigai lelang ini sudah ada pemenangnya” tutur Moerhady menyatakan kecurigaan rekanan lokal.

Sementara itu, Kasie Lelang KPKNL Lhokseumawe, Andi yang dikonfirmasi terkait tuntutan pihak rekanan menyebut ada koreksi atas jadwal pengumuman hasil verifikasi dokumen yang telah di upload. “Hasil verifikasi bukan diumumkan besok, akan tetapi, verifikasi baru dilakukan setelah pihak rekanan menyetorkan uang jaminan” tuturnya.

Sementara terkait keabsahan sebuah dokumen perusahaan yang telah di upload, KPKNL, kata dia tidak melakukan pengecekan terhadap dokumen asli perusahaan dimaksud.

“Apabila dikemudian hari, perusahaan yang memenangi tender tersebut tidak sesuai dengan aturan atau memalsukan dokumen, itu silahkan diproses hukum” tandasnya.

Amatan rubernews.com di kantor KPKNL, sempat terjadi “diskusi” menegangkan antara Kasie Lelang dengan pihak rekanan. Kontraktor lokal tetap keukeuh agar panitia mengoreksi tahapan dan proses lelang salah satunya dengan pembuktian dokumen asli milik perusahaan dimaksud.

Bahkan untuk mereda ketegangan antara rekanan dan pihak KPKNL, beberapa saat kemudian, satu regu personil Unit Reaksi Cepat Polres Lhokseumawe tiba di kantor tersebut untuk membantu mengamankan situasi.

“Kami akan laporkan proses pelelangan ini dan kami juga akan menggelar aksi untuk menuntut dugaan adanya permainan dalam lelang ini” demikian Ketua Perkumpulan Kontraktor yang mengaku memiliki 120 anggota/perusahaan didalamnya.

Sharing is caring