New here? Register. ×
×

Cafe Remang Masih Beroperasi di Aceh Tengah, Satpol PP dan WH Dinilai tak Mampu Menertibkan

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in BERITA PILIHAN, DAERAH, HUKUM
21Jan

RUBERNEWS.COM | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polisi Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Tengah dinilai belum mampu menertibkan warung atau cafe remang-remang yang masih beroperasi di beberapa lokasi di Kota Takengon.

Warga menilai, polisi syariat seolah seperti membiarkan cafe-cafe yang pengunjungnya merupakan pasangan muda-mudi non muhrim. Suasana cafe yang digambarkan cenderung melanggar syariat, bebas beroperasi di daerah yang menerapkan hukum Syariat Islam dalam praktek kehidupan sehari-hari.

Seperti yang dituturkan salah seorang warga, Aman Tari, Senin (21/1/2019), yang menyebut warung remang yang dipadati pengunjung pada sore hingga larut malam itu berada di Jalan Lintang, Kecamatan Kebanyakan.

Di lokasi ini, pasangan muda-mudi non muhrim, bahkan banyak diantaranya perempuan yang tidak mengenakan jilbab sering terlihat mengunjungi cafe. Selain saling bercengkrama dengan pasangan non muhrim, di lokasi ini juga terdengar bising oleh suara musik karaoke para pengunjung.

“Itu yang terjadi di cafe tersebut, selain duduk bersama pasangan non muhrim, para wanita paruh baya itu tidak memakai jilbab sebagaimana diatur dalam penerapan syariat islam” jelas Aman Tari kepada awak media.

Menurut Aman Tari, para pengunjung di salah satu cafe di Jalan Lintang tersebut bahkan baru datang ke cafe saat menjelang larut malam. Ia mengaku tak mengetahui darimana para wanita itu datang atau berasal.

Belum lagi suara hentakan musik karaoke oleh pengunjung di cafe yang buka hingga tengah malam itu. Warga sekitar mengaku sangat terganggu dengan keberadaan cafe dimaksud.

Ia merasa miris dan menganggap seolah hal itu menjadi pemandangan yang dibenarkan oleh pihak-pihak penegak syariat di Aceh Tengah.

“Kami jelas sangat terganggu dengan kondisi cafe yang didatangi wanita-wanita paruh baya tersebut. Selain mereka hadir dengan teman lelaki dan suara musik juga sangat menganggu suasana malam warga sekitar” jelas Aman Tari.

Warga lainnya yang namanya enggan disebut, berharap agar praktek-praktek maksiat itu segera ditertibkan. Jika tidak, ia khawatir mendapat imbas dari kegiatan dunia malam pelaku maksiat tersebut. Kegiatan itu dia sebut dapat mengundang bencana.

“Ini harus ditertibkan, kalau dibiarkan takut nanti bencana akan hadir di tengah-tengah kita” kata warga yang mengaku tahu detail apa saja kegiatan di cafe Jalan Lintang tersebut.

Menurutnya warga, cafe-cafe tersebut sudah beberapa kali dilaporkan oleh warga ke Satpol PP, namun sampai saat ini tidak ada penertiban.

“Kita sudah sering kali melaporkan namun tidak ada tindakan dari Satpol PP” jelas warga yang mengutarakan asumsi dan kecurigaannya akan tidak responsifnya Satpol PP terhadap masalah ini.

Sementara itu, Kabid Penegakan Hukum dan Perundang-undangan Wilayatul Hisbah (WH) Anwar hanya menjawab singkat saat dikonfirmasi terkait laporan warga terkait aktivitas kafe remang-remang di Jalan Lintang, Kota Takengon.

“Kami akan segera menertibkan” kata Anwar.

Sharing is caring