New here? Register. ×
×

Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ayah Kandung di Aceh Tengah, Fakta Mengejutkan Terungkap

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH, HUKUM
18Jan

RUBERNEWS.COM | Penyidik Polres Aceh Tengah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan dan pembuangan mayat yang belakangan diketahui korban bernama Ridwansyah, 55 tahun, warga Kampung Kuala I, Kecamatan Bintang, kabupaten setempat. 

Rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi pada Jum’at, 21 September 2018 yang lalu itu diperagakan oleh pelaku dan saksi menurut peran masing-masing. Sebanyak 44 adegan pembuhan diperagakan.

Dalam rekonstruksi yang digelar, Kamis (17/1/2019) di halaman Mapolres Aceh Tengah, terungkap fakta mengejutkan. Korban Ridwansyah ternyata dihabisi oleh anak dan menantu yang diotaki langsung oleh istri korban sendiri.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan pembuangan mayat di Burlintang, Aceh Tengah. Jenazah korban yang teridentifikasi sebagai Ridwansyah ditemukan telah menjadi kerangka. Polisi turut meringkus 4 pelaku di lokasi berbeda pada Senin, 7 Januari lalu.

Mereka yang diringkus adalah AN (44) ditangkap di Kampung Kuala I Kecamatan Bintang, lalu YH (26) di salah satu Wisma daerah Jalan Lintang Takengon. Hasil pengembangan, penyidik turut meringkus SM (25) dan HB (16) di Pasir Mbelang Tanah Karo, dua hari kemudian.

Baca Juga : Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan dan Pembuangan Mayat di Burlintang Aceh Tengah

Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi melalui Kasat Reskrim Agus Riwayantodi Putra seusai pelaksanaan rekonstruksi mengungkapkan bahwa otak pelaku pembunuhan berencana itu adalah istri korban sendiri.

“Sebelumnya korban (Ridwansyah) diracun terlebih dulu oleh istrinya. Setelah lemah, istrinya yang berinisial AN, memberikan instruksi kepada anaknya untuk menghabisi korban. Lalu dipukuli oleh YH, SM dan HB hingga Ridwansyah tewas” tutur Kasat Reskrim.

Setelah Ridwansyah tewas, 2 anak kandung dan satu menantunya itu menggotong korban dengan menggunakan sebilah kayu jemuran menuju sebuah mobil dum truck untuk mengangkut korban ke tempat pembuangan Burlintang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.

Dalam rekonstruksi itu terlihat jelas setelah pembunuhan berencana itu usai, para tersangka berusaha menghilangkan barang bukti dengan cara membakar.

“Otak pelaku dalam kasus pembunuhan ini merupakan istrinya sendiri, lantaran tak sanggup setiap harinya harus menerima perlakuan kasar dari sang suami (KDRT),” ujar Agus Riwayantodi Putra.

Tambahnya lagi, dengan adanya motif dendam dengan korban yang sering disakiti secara psikis maupun mental maka timbul pembunuhan berencana. “Terkait salah satu unsur yang memenuhi untuk suatu pembunuhan berencana itu harus memiliki motif, untuk itu kami terapkan terlebih dahulu pasal 340 KUHPidana, namun yang menentukan salah atau tidaknya lama hukumanya tetap pada hakim” jelasnya.

Dalam waktu dekat kata Agus, pelaku di bawah umur HB (16) dalam kurun waktu kurang dari lima belas hari harus dilimpahkan ke Kejaksaan. Sedangkan untuk pelaku yang dewasa bisa lebih lantaran masih menunggu hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh.

Sharing is caring