New here? Register. ×
×

Bantah Bupati, PT. THL Sebut Selalu Berikan Kontribusi Untuk Aceh Tengah

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in BERITA PILIHAN, DAERAH, EKONOMI
17Jan

RUBERNEWS.COM | Pelaksana tugas PT. Tusam Hutani Lestari (THL), Ivan Manurung membantah pernyataan Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar, yang menyebut kehadiran PT THL di Aceh Tengah tidak bermanfaat untuk daerah tersebut. Ivan menyebut, perusahaan pengelola Hutan Pinus di dataran tinggi Gayo itu telah menunaikan kontribusinya untuk daerah dan masyarakat sekitar operasi perusahaan.

Sebelumnya, Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar mengkritik keberadaan PT THL dia sebut tidak berkontribusi untuk daerah dari sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah). Selain itu, aktivitas rekanan yang ditunjuk PT THL dalam melakukan proses pengambilan getah pinus kerap mengancam keberadaan pohon pinus. Selanjutnya, Bupati juga menuding PT THL sebagai pengelola hutan pinus hingga tahun ke-25 dianggap tidak pernah melakukan reboisasi dan peremajaan tanaman.

Baca Juga : Bupati Aceh Tengah Meradang, Sebut PT THL Tak Bermanfaat Bagi Daerah Hingga Punahnya Pinus Gayo

Kepada rubernews.com, Kamis (12/1/2019) di Takengon, Ivan Manurung menyebut pihaknya telah melunasi kewajiban perusahaan dengan menyetorkan PAD ke kas negara. Setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), kata Ivan, telah mereka lunasi setiap bulan secara bertahap dan tidak pernah mengalami keterlambatan.

Oleh pihaknya, kata Ivan, PAD untuk daerah dalam waktu sebulan pembayaran dilakukan sebanyak 2 kali, yakni mulai tanggal 1-15 dan tahap ke dua mulai tanggal 16-31 setiap bulannya.

“Kami selalu memenuhi aturan dan ketentuan sebagai pengusaha di daerah ini. Misalnya PAD selalu kami penuhi setiap waktu. Dalam satu tahun, kalau tidak salah sampai satu miliar rupiah dari getah” beber Ivan Manurung.

Sedangkan untuk tudingan yang menyebut penderes getah pinus kerap memaksa tanaman mengeluarkan getah dengan cara disuntik dan dideres di seluruh bagian batang, Ivan mengatakan penderes yang ‘kasar’ telah di non aktifkan.

Sementara, terkait keluhan Bupati Aceh Tengah terhadap pekerjaan yang ditangani THL di lapangan, Ivan menyebut, hanya kurang komunikasi semata.

“Saya kira kurang komunikasi saja selama ini. Kami tidak pernah mendapatkan undangan untuk datang berbicara terkait dengan PT THL. Kalau ada undangan pasti saya hadir. Pak Shabela itu bupati kami juga” terang Ivan Manurung didampingi Husin Canto.

Ditambahkan, jika ada undangan ke Komisaris THL untuk penanganan satu hal pasti akan selesai. Ia juga membeberkan peran perusahaan untuk masyarakat seperti kondisi beberapa jembatan yang rusak di beberapa titik yang sudah diperbaiki oleh THL.

Bahkan, kata Ivan, jika jembatan yang rusak butuh penanganan permanen, pihaknya juga bersedia memperbaiki.

“Kami menunggu proposal dari pemerintah daerah untuk perbaikan jembatan” ucap Ivan yang tidak menampik ada jembatan yang dibuat pihaknya dari pohon pinus yang bersifat sementara atau darurat.

Berikutnya, Ivan juga menanggapi isu penebangan hutan pinus yang kata Bupati Shabela marak terjadi di Aceh Tengah. Ivan menegaskan dan memastikan tidak ada penebangan hutan di bawah perintah THL. “Jika ada penebangan, itu Ileggal Logging” kata Ivan mengklarifikasi.

Ivan lalu merincikan luas lahan PT THL di 4 kabupaten mencapai 97.300 hektar. Khusus Kabupaten Aceh Tengah ia pastikan tidak ada penebangan. Jika hutan terbakar dan pohon pinus mati, itu adalah bagian tugas mereka (THL) untuk menghijaukan kembali dengan cara menanam.

“Penghijauan selalu ada di Aceh Tengah” tutup Ivan sambil menunjukan foto lokasi lahan pembibitan pohon pinus.

Sharing is caring