New here? Register. ×
×

Bupati Aceh Tengah Meradang, Sebut PT THL Tak Bermanfaat Bagi Daerah Hingga Punahnya Pinus Gayo

no comments
16Jan

RUBERNEWS.COM | Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar kerap menyinggung kehadiran PT. Tusam Hutani Lestari (THL) di depan awak media. Orang nomor satu di daerah penghasil Kopi Arabika itu mengeluhkan kehadiran PT. THL yang ia sebut selama ini tak pernah berkontribusi untuk daerah, terutaama dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati juga meradang atas laporan yang menyebutkan potensi musnahnya pohon pinus di dataran tinggi Gayo akibat aktivitas perusahaan tersebut.

Untuk diketahui PT THL melalui pihak rekanan melakukan aktivitas penderesan untuk mengambil getah pohon pinus. Selama ini, kata Shabela, PT THL tidak pernah menyumbang PAD untuk daerah Aceh Tengah. Selain itu, kata dia, akibat penderesan getah yang dilakukan oleh pihak ke tiga di bawah PT THL telah banyak membuat pohon pinus di dataran tinggi Gayo, mati.

“Di beberapa titik pohon pinus mati, setelah pohonnya di deres dari berbagai sisi untuk mengeluarkan getah. Bahkan pohon pinus disuntik untuk mempercepat pengeluaran getah” tutur Shabela Abubakar kepada awak media di Takengon, Selasa (15/01/2019).

Menurut penuturan Shabela, pihak ketiga yang menjadi rekanan PT THL melakukan upaya paksa agar pohon pinus mengeluarkan getah. Proses penderesan dari semua sisi pohon pinus, hanya akan mempercepat matinya batang pohon. Seharusnya, sebut Bupati, hal itu tidak perlu dilakukan oleh pihak penderes, karena pelestarian alam dan hutan jauh lebih penting bagi masyarakat.

Jika hal itu tetap terjadi, Bupati menyebut potensi punahnya pohon pinus di dataran tinggi Gayo akan benar-benar terjadi di masa yang akan datang. Untuk itu, dia meminta pihak THL agar lebih cermat lagi dalam merekrut pihak ke tiga dalam pengambilan proses pengambilan getah.

“Kalau begitu cara pengambilan getah, 10 tahun lagi pinus Gayo akan tinggal nama” kata Shabela.

Selain itu, ia memperkirakan selama PT THL “menguasai” pinus di Aceh Tengah yang sudah memasuki tahun ke-25, selama itu pula diduga tidak pernah ada program reboisasi dan peremajaan tanaman yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

“Dimana lokasi reboisasi, sedangkan penebangan terus berlanjut. Kami pertanyakan hal ini, kalau dibiarkan nanti sayang masyarakat” ucap Shabela dengan nada geram.

Selanjutnya, Bupati juga menepis isu yang berkembang di kalangan masyarakat penderes bahwa ada kutipan Rp150 dalam setiap satu kilogram getah yang diserahkan kepada pihak THL. Selanjutnya, uang itu akan dilanjutkan ke pihak Pemerintah Kabupaten. Isu itu turut dibantah oleh Shabela Abubakar.

“Tidak pernah ada kami terima nilai Rp150 perkilogram getah selama ini. Isu yang berkembang begitu, namum saya pastikan tidak pernah kami terima uang tersebut” ujar Shabela sambil mengulang kembali kehadiran PT THL tidak bermanfaat untuk Aceh Tengah.

Bupati Shabela kian kesal setelah pihaknya yang sudah beberapa kali memangil pengelola PT THL untuk berdialog, namun pihak THL enggan datang duduk bersama membahas situasi di lapangan.

Sementara itu, hingga berita ini dilansir, pihak pelaksana harian PT. Tusam Hutan Lestari, Ivan Manurung saat dihubungi via WhatsApp belum menjawab konfirmasi wartawan terkait peryataan bupati Shabela Abubakar.

Sharing is caring