New here? Register. ×
×

Pasien Gangguan Jiwa RSUD Datu Beru Takengon Bakar Ruanganya Sendiri

no comments
10Jan

RUBERNEWS.COM | Suyanto, 48 tahun, pasien gangguan jiwa hiperaktif (belum stabil) yang dirawat di ruang isolasi (ruang rawat jiwa) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon dilaporkan membakar ruanganya sendiri. Suyanto membakar ruangannya menggunakan korek api yang sebelumnya didapat dari pengunjung.

Direktur RSUD Datu Beru Takengon, Hardiyanis yang dikonfirmasi rubernews.com di ruang kerjanya, Kamis (10/1/2019) membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Hardi, Suyanto merupakan pasien yang terhitung baru dirawat di unit pelayanan jiwa dan kondisinya masih hiperaktif.

“Kemarin siang pasien tersebut baru masuk, lalu pada malam harinya mungkin ada keluarga pasien yang berkunjung memberikan rokok beserta korek api di luar sepengetahuan pihak Rumah Sakit dan dia langsung membakar kasur miliknya” jelas Hardi.

Menurut Hardi, ruangan milik Suyanto (kamar nomor 7) hangus terbakar. Selain kasur, beberapa peralatan rumah sakit ikut terbakar.

“Staf kami langsung memadamkan api dan tidak mengganggu pelayanan di unit penanganan jiwa. Hanya satu ruangan yang terbakar. Sedangkan pasien mengalami luka bakar ringan dan sudah kami bersihkan” ungkapnya.

Dijelaskan, sesuai dengan prosedur tetap yang ada, pasien yang baru dirawat di ruang jiwa dan masih dalam keadaan belum stabil, semua benda-benda yang membahayakan dirinya maupun membahayakan keluarga pasien dan orang lain, harus disingkirkan.

Sebagai tindak lanjut kata Hardi, ia kembali menekankan kepada seluruh staf rumah sakit dalam rapat dan apel pagi untuk lebih memperketat penerapan SOP dalam penanganan pasien gangguan jiwa, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Terutama bagi para pengunjung rumah sakit yang merasa kasihan terhadap pasien gangguan jiwa dan memberikan rokok tanpa menyadari bahaya dan dampak terhadap pasien yang belum stabil” kata Hardiyanis.

Ia menghimbau, pengunjung tidak merokok di komplek rumah sakit.

“Dan, khusus bagi pasien gangguan jiwa, pengunjung dilarang memberikan rokok dan korek api lantaran bisa membahayakan bagi dirinya sendiri dan orang lain” himbau Dirut RSUD Datu Beru.

Untuk diketahui, RSUD Datu Beru Takengon menjadi Rumah Sakit rujukan di wilayah tengah Aceh. Di rumah sakit ini pasien gangguan jiwa berasal dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan sebahagian dari Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Sharing is caring