New here? Register. ×
×

Puluhan Kios Pasar Buah Disegel, Pemko Lhokseumawe Ingin Berantas Praktek Percaloan

no comments
04Jan

RUBERNEWS.COM | Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Perindustrian, Perdaganggan, Koperasi dan UKM dibantu personil Satpol PP, Kamis siang (3/1/2019) menyegel puluhan kios di Komplek Pasar Buah yang berada di jalan Pase, Kec. Banda Sakti.

Amatan rubernews.com di lokasi, petugas gabungan menempelkan kertas bertuliskan “kios ini di segel” di pintu los-kios dan merusak gembok kios yang tak difungsikan digantikan dengan gembok milik dinas. Dinas terkait juga membubuhkan nomor telepon yang dapat dihubungi agar pedagang yang ingin memperpanjang sewa los-kios tersebut dapat menghubungi nomor yang tertera.

Kadisperidagkop dan UKM Kota Lhokseumawe, Ramli, M. Kes yang ditemui di lokasi menyebut langkah ini sebagai upaya penertiban penyewa los-kios di Pasar Buah. Hal ini, sebut Ramli juga sebagai upaya pihaknya memberantas praktek percaloan.

“Kami menyegel kios karena sudah habis masa sewanya yang rata-rata habis pada bulan Desember dan Januari. Selanjutnya pedagang bisa langsung memperbarui kontrak penyewaan ke DPKAD Kota Lhokseumawe” tutur Ramli.

Langkah ini ia lakukan untuk memutus mata rantai percaloan oleh oknum atau pihak tertentu. Disebutkan, selama ini ia mendengar unit los-kios itu banyak disewakan kembali kepada pihak ke tiga.

“Tarif sewa dari pemerintah itu Rp2,5 juta per tahun. Namun, ada informasi disewakan lagi ke pihak ke tiga dengan sewa lebih dari itu. Untuk itu kami menghimbau para pedagang supaya langsung mendatangi dinas terkait” imbuhnya.

Tim gabungan menyegel 59 unit kios dari 128 unit kios dari 4 blok di pasar ini. Meski peruntukkan awal pasar ini untuk pedagang buah-buahan, namun pemerintah tidak membatasi para pedagang. Di lokasi memang terdapat beberapa pedagang konveksi dan souvenir serta pedagang kebutuhan alat rumah tangga hingga pedagang obat-obatan.

“Boleh, untuk pedagang umum juga boleh. Artinya kita tertibkan untuk langkah menyerap Pendapatan Asli Daerah dan menghilangkan praktek percaloan serta memfungsikan gedung pasar yang telah dibangun” tutur Ramli didampingi Kasat Pol PP dan WH, Dr. M. Irsyadi.

Selain menyegel kios, Disperindagkop dan UKM yang membawa serta alat berat juga membersihkan gundukan tanah di sepanjang akses jalan dalam komplek pasar tersebut. Beberapa pedagang buah yang menggelar lapakan hingga ke badan jalan diberi peringatan untuk membongkar bangunannya hingga dua hari ke depan.

Disperindagkop dan UKM Pemko Lhokseumawe menyegel 59 kios Pasar Buah di jalan Pase, Kamis (3/1/2019). Dok:RBN

Sementara itu, ditanyai terkait dugaan percaloan di unit los-kios, Kasatpol PP dan WH berkomitmen untuk memberantas praktek percaloan tersebut. Berseliweran informasi pasar itu dikuasi oleh preman dan oknum institusi dan lembaga tertentu.

“Saya komitmen dalam upaya mendukung upaya pemerintah. Apabila ada keterlibatan anak buah saya. Jika ada bukti, silahkan laporkan, akan saya proses” demikian Irsyadi.

Sharing is caring