New here? Register. ×
×

Sepi Peminat, STAIN GP Takengon ‘Merisik’ Sosok Pemimpin

no comments
03Jan

RUBERNEWS.COM | Hingga ditutupnya penjaringan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Gajah Putih (STAIN GP) Takengon tahap pertama pada 30 Juli 2018 yang lalu, kampus kebanggaan masyarakat Gayo itu dipastikan belum memiliki bakal calon pemimpin.

Hingga saat ini, STAIN GP masih ‘merisik’ atau mencari calon pemimpin di lembaga pendidikan kebanggaan masyarakat dataran tinggi Aceh tersebut.

Ketua penjaringan bakal calon Ketua STAIN GP Takengon Dr. Al-Musanna M.Ag mengatakan, penjaringan tahap pertama pihaknya hanya menerima satu nama yang mendaftar pada saat dibuka pendaftaran dan satu nama lagi setelah pendaftaran ditutup.

“Yang mendaftar hanya satu pada saat itu, Dr Zulkarnain MAG, namun tidak bisa diproses lantaran belum memenuhi syarat. Karena disitu tercantum jelas pangkatnya harus Lektor Kepala (pengajar di perguruan tinggi yg bergolongan IV/c)” kata Al-Musanna usai upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-73 di ruang kerjanya, Kamis (03/01/2019).

Satu nama lagi yang muncul setelah pendaftaran penjaringan bakal calon tahap pertama ditutup, kata Al-Musanna yaitu, Prof Dr Sukiman, MA.

“Nama ini muncul setelah masa penjaringan berakhir. Namun berkasnya tetap kami terima” terangnya.

Ia mengaku, saat ini pihak STAIN telah melaporkan permasalahan itu ke pihak Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk ditindak lanjuti ke tahap selanjutnya. “Kami saat ini masih menunggu, apakah dilanjutkan ke tahap penjaringan tingkat ke-II atau tidak. Namun hingga saat ini kami belum menerima surat itu,” kata Al-Musanna sembari mengaku, SK sebagai Ketua penjaringan bakal calon Ketua STAIN GP Takengon telah berakhir.

Ia juga membandingkan dengan perguruan tinggi yang sama seperti, STAIN Meulaboh dan Bengkalis. “Sebagai perbandingan juga turut kami sampaikan yaitu perguruan tinggi yang sama seperti STAIN Meulaboh dan Bengkalis, kedua perguruan tinggi ini sama masa berlaku pimpinanya. Namun keduanya ketika menyampaikan ke pusat pihak kementerian langsung memberikan surat penjaringan tahap ke-II dan STAIN GP Takengon saat ini masih menunggu surat itu” jelasnya.

Jika nanti intruksi penjaringan tahap ke-II dikeluarkan, katanya lagi, pihaknya akan langsung menginformasikan secara online. Pihaknya akan menyurati seluruh pimpinan perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Panitia akan mengirim surat ke seluruh PTKIN, siapa tahu ada perguruan tinggi yang mengirimkan dosen-dosen yang bisa menjadi calon, karena ini sifatnya untuk umum,” ujarnya sembari menegaskan bahwa penentuan kelulusan tidak dilakukan oleh pihak STAIN GP Takengon.

“Setelah proses pendaftaran dan dilakukan seleksi berkas, lalu dinyatakan lulus dan disampaikan ke senat. Kemudian Senat melakukan verifikasi dan menyampaikan 3 orang calon ke Kementrian Agama, yang 3 orang inilah nantinya akan diseleksi di Jakarta,” jelas Al-Musanna.

Terpisah, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN GP Takengon Suryadi menginginkan sosok pemimpin baru bagi perguruan tinggi yang akan beralih status ke IAIN itu, memiliki gairah dan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Agama di Kabupaten penghasil Kopi Arabika itu.

“Peran pemimpin sangat vital bagi sebuah perguruan tinggi, harus memiliki visi dan misi yang jelas dan mampu membawa STAIN GP Takengon ke arah yang lebih baik. Apalagi saat ini yang menjadi pemimpin ini merupakan kampus Agama Islam satu-satunya di Aceh Tengah. Tentunya semakin dilirik oleh masyarakat” kata Suryadi.

Untuk itu kata dia, sosok yang dibutuhkan mampu memberi aura baru, keprofesionalan civitas akademika, baik dari segi sinergisitas dengan seluruh mahasiswa, sarana dan prasarana, kualitas pendidikan baik dari akreditasnya serta mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

“Apalagi saat ini digadang-gadang akan berubah arah dari STAIN ke IAIN. Ini akan menjadi tugas besar bagi pemimpin yang akan terpilih nantinya, semoga pemimpin yang akan hadir untuk memimpin STAIN GP Takengon mampu menjaga izzah orang Gayo melalui perguruan tinggi agama ini” tutup Ketua DEMA itu.

Untuk diketahui, hingga saat ini kepemimpinan Dr Zulkarnain, M.Ag sebagai Ketua STAIN Gajah Putih Takengon dari akhir tahun 2016 masih berstatus pelaksana tugas.

Sharing is caring