New here? Register. ×
×

Anggota DPRA Ingatkan PT PAG Agar Gunakan Local Content Dalam Kegiatan Bisnis

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, EKONOMI, HUKUM
05Des

RUBERNEWS.COM | Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dedi Safrizal mengingatkan PT. Perta Arun Gas (PAG) yang beroperasi di Lhokseumawe agar menggunakan lokal konten dalam kegiatan bisnisnya. Penggunaan konten lokal dalam kegiatan bisnis PT PAG dinilai mutlak dilakukan agar tidak menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat di lingkungan operasi perusahaan.

“Saya menyayangkan sikap PT. Perta Arun Gas terkait dengan tidak memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan bisnis di perusahaan tersebut. PT PAG sebagai anak perusahaan dari BUMN punya kewajiban untuk memberdayakan pengusaha lokal dengan prinsip Business to Business (B2B-red)” kata Dedi melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (4/12/2018).

Pernyataan ini dilontarkan oleh anggota Komisi II DPRA yang membidangi Perekonomian, SDA dan Lingkungan Hidup ini menyusul aksi protes pengusaha lokal di lingkungan operasional PT PAG.

Baca Juga : PT. Perta Arun Gas Lhokseumawe Dituding Abaikan Pengusaha Lokal

Sebelumnya, sejumlah pengusaha lokal yang tergabung dalam Forum Supplier dan Contractor Paloh (Forscop) melakukan aksi protes dengan mendatangi kantor PT PAG di lokasi bekas pabrik PT Arun LNG di Kawasan Blang Lancang, Kec. Muara Satu, Senin, 3 Desember 2018.

Dalam tuntutannya, sekitar 60 perusahaan lokal anggota Forscop melancarkan protes terhadap proses tender proyek dan pengadaan barang dan jasa di perusahaan swasta plat merah itu.

Salah satu tuntutan yang keras disuarakan adalah penolakan terhadap kehadiran PT. Pertamina Training Consulting (PTC). Sejak kehadiran PT PTC, Forscop menuding mayoritas kegiatan pada PT. PAG diambil alih oleh perusahaan yang juga dipertanyakan statusnya sebagai anak perusahaan plat merah. Ya, PT PTC disebut-sebut sebagai perusahaan swasta milik pemerintah.

Aksi yang digelar oleh Forscop mendapat dukungan oleh Dedi Safrizal yang juga merupakan putra daerah di sekitar lokasi perusahaan.

Dedi menilai praktek kegiatan bisnis PT. PAG selama ini menandakan bahwa perusahaan tersebut telah melanggar Prinsip dan Semangat Pembangunan yang selama ini dicita-citakan oleh Badan Usaha Milik Negara.

“Dimana cita-cita yang dimaksudkan BUMN yakni penggunaan local content seharusnya mendapatkan tempat prioritas dengan semangat aturan yang sama, persyaratan yang sama dan kompetensi yang sama” kata Dedi.

Dedi mengharapkan Kepada Manajemen PT. PAG dalam pengeloaan kegiatan bisnisnya menempatkan local content, baik berupa tenaga kerja, produk, lingkungan dan pengusaha lokal sebagai mitra utama dalam kerangka hubungan B2B.

“Karena mengabaikan pengusaha dan tenaga kerja lokal akan mengakibatkan sentimen dan reaksi negatif dari masyarakat dan pengusaha lokal. Kita berharap, kegiatan bisnis PAG membawa kesejahteraan bukan malapetaka” demikian Ketua Partai Nanggroe Aceh (PNA) Kota Lhokseumawe ini diakhir keterangan tertulisnya.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan