New here? Register. ×
×

Bendera Bintang Bulan Berkibar di Milad GAM Kuta Pase

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in BERITA PILIHAN, DAERAH, POLITIK
Tag: , ,
04Des

RUBERNEWS.COM | Peringatan hari lahir (milad) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ke 42 di Kota Lhokseumawe ditandai dengan seremoni pengibaran bendera bintang bulan. Pengibaran bendera yang masih menjadi polemik itu berlangsung di halaman Masjid Jamik Kemukiman Kandang yang berada di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Muara Dua, Selasa, 4 Desember 2018.

Amatan rubernews.com di lokasi, pengibaran bendera dilangsungkan oleh 5 orang pria berbadan tegap dan berpakaian putih hitam dan selempang bercorak garis merah, putih dan hitam, warna identik. Lantunan kumandang adzan mengiringi pengerekan bendera pada tiang besi setinggi 7 meter tersebut.

Upacara sederhana tersebut disaksikan ratusan warga yang terlihat antusias mendokumentasikan prosesi pengibaran bendera dengan kamera pribadi atau ponsel.

Bendera bintang bulan terpantau berkibar hanya beberapa menit saja. Hal ini karena setelah dikibarkan, aparat Polres Lhokseumawe mendatangi lokasi dan menghimbau warga agar menurunkan bendera tersebut. Atas inisiatif sendiri, bendera berukuran 1,5 x 1 meter itu pun diturunkan kembali oleh warga.

Ketua DPRK Lhokseumawe, M. Yasir Umar saat diwawancarai oleh awak media mengatakan bendera bintang bulan merupakan simbol terhadap harkat dan martabat bangsa Aceh yang diperjuangkan sejak 42 tahun yang lalu oleh Alm. Muhammad Hasan Di Tiro.

“Pengibaran ini hanya seremoni saja. Supaya semua masyarakat yang ada di Aceh bisa memahami kekmana masyarakat antusias terhadap lambang dan bendera Aceh” tutur Yasir.

Pengibaran bendera ini, sebut Yasir juga merupakan teguran keras terhadap pemerintah pusat yang masih belum mengizinkan bendera itu berkibar di seluruh Aceh. Meskipun secara aturan, sebut dia, qanun tentang bendera ini telah disahkan sejak tahun 2013 yang lalu oleh DPR Aceh.

Secara umum, Tasir berharap, dengan peringatan hari lahir GAM ke 42, tahun ini, seluruh butir perjanjian damai antara RI dan GAM di Helsinky, Finlandia dapat direalisasikan.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan menyebut pihaknya memonitor kegiatan peringatan milad GAM di 8 titik dalam wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Di delapan titik tersebut, kegiatan dirangkai dengan zikir dan doa bersama.

Ketika disingung terkait pengibaran bendera bintang bulan di Kandang, Lhokseumawe, Kapolres menyebut pihaknya telah mewanti-wanti sejak jauh hari agar tidak melakukan pengibaran bendera. Kapolres mengaku telah melakukan koordinasi sejak dua minggu yang lalu dengan pihak mantan kombatan GAM yang tergabung dalam Komite Peralihan Aceh (KPA).

“Hasil konfirmasi kita kepada petinggi-petinggi, mantan panglima sagoe dan panglima wilayah, mereka mengatakan tidak akan melakukan pengibaran bendera. Tadi sempat berkibar selama 2 menit, namun kita menghimbau untuk diturunkan. Kita akan lakukan kajian dan akan melakukan pembinaan terhadap mereka” pungkas Ari Lasta Irawan di ruang kerjanya.

Milad GAM ke 42 KPA Kuta Pase (Kota Lhoseumawe) berlangsung khidmat. Kegiatan yang dimulai dengan zikir dan doa bersama digelar sejak pukul 10:00 WIB. Kegiatan juga dirangkai dengan tausyiah dan santunan anak yatim. Dalam kegiatan itu hadir Panglima KPA Kuta Pase Mukhtar Hanafiah alias Ableh Kandang, lalu hadir juga Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Wakil Wali Kota Yusuf Muhammad, Sekdako Bukhari AKS, Kadis Sosial Drs. Ridwan Djalil dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Nasruddin.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan