New here? Register. ×
×

5 Pelanggar Syariat di Aceh Tengah Kembali Dicambuk

no comments
04Des

RUBERNEWS.COM | Hukuman cambuk bagi pelanggar Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat kembali digelar di Kabupaten Aceh Tengah. Uqubat cambuk bagi 3 orang pelaku jarimah zina dan 2 orang pelaku maisir (perjudian) digelar di lapangan Musara Alun Takengon, Selasa (4/12/2018) turut disaksikan oleh ratusan masyarakat.

Berdasarkan putusan Mahkamah Syari’ah nomor : 12/JN/2018/MS-Tkn, tanggal 15 November 2018 dan telah berkekuatan hukum tetap menyatakan para terdakwa RHK (33) warga Kec. Timang Gajah dan SH (52) warga Kec. Pegasing telah terbukti secara sah melakukan Jarimah Maisir dihukum sebanyak 6 kali dan telah dikurangi masa tahanan.

Sementara itu tiga pelanggar lainnya berdasarkan putusan Mahkamah Syari’ah nomor : 08/JN/2018/MS-Tkn, tanggal 07 November 2018 menyatakan para terdakwa WA (38) warga asal Medan, Sumatera Utara, KN (38) warga Kec. Kebayakan dan YF (30) warga Kec. Bebesen telah terbukti secara sah melakukan Jarimah Jina. Ketiga terdakwa dihukum sebanyak 100  kali cambukan di depan umum.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah dan Syari’at Islam pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP WH) Aceh Tengah, Anuar mengatakan, diselenggarakanya pelaksanaan hukuman cambuk itu sesuai dengan pasal yang dilanggar dan telah berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga : Sepasang Kekasih dan 8 Pelaku Maisir di Aceh Tengah Dicambuk

“Setiap pelaksanaan hukuman cambuk efek jeranya lebih pada pelaku. Bagi penonton hanya sekedar pembelajaran untuk menjauhi perbuatan yang melanggar syari’at. Sudah banyak contoh pelanggar telah diproses dan dijatuhi hukuman,” kata Anuar usai pelaksanaan cambuk.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari perbuatan yang melanggar qanun Syari’at Islam. “Semoga ini menjadi pelajaran untuk kita semua” himbaunya.

Pada bagian akhirm Anuar menyebut saat ini pihaknya telah mengantongi 6 nama pelanggar syariat yang akan kembali dilakukan ekseskusi cambuk pada awal tahun 2019 mendatang.

“Awal tahun baru 2019 akan kembali digelar uqubat cambuk di depan umum bagi 6 pelanggar syariat yakni kasus Jarimah Jina” demikian Anuar.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan