New here? Register. ×
×

PT. Perta Arun Gas Lhokseumawe Dituding Abaikan Pengusaha Lokal

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, EKONOMI, HUKUM
Tag: , ,
03Des

RUBERNEWS.COM | Puluhan pengusaha lokal yang tergabung dalam Forum Supplier dan Contractor Paloh (Forscop) mendatangi kantor PT. PAG (Perta Arun Gas) di lokasi bekas pabrik PT Arun, kawasan Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Senin (3/12/2018) pagi. Kedatangan puluhan pengusaha lokal ini untuk mempertanyakan kebijakan pihak PAG yang tidak melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatannya.

Amatan rubernews.com di lokasi, para pengusaha dari Forscop sudah berkumpul di depan gerbang perusahaan provit milik negara tersebut sejak pukul 10:00 WIB. Delapan orang perwakilan diutus masuk ke dalam untuk menemui pihak manajemen PT PAG untuk membicarakan keluhan para pengusaha tersebut.

“Kami ingin mempertanyakan kebijakan PT PAG yang tidak mengakomodir kami pengusaha di lingkungan provit untuk ikut pada kegiatan di PAG. Tapi, kami belum berhasil menemui manajemen setelah menunggu 2 jam. Kita ingin mendiskusikan ke pihak manajemen terkait keluhan kawan-kawan pengusaha” tutur Ketua Forscop, Muzakir Sulaiman kepada awak media.

Menurut Muzakir, sejak blok eks PT Arun dikelola oleh PT PAG, mereka mengaku seperti dikucilkan. Sejumlah kecurigaan yang mengindikasikan ketidakberpihakan perusahaan negara itu kepada pengusaha lokal terlihat dari proses lelang dan pra kualifikasi.

Sebagai contoh, kata Muzakir, sistem prakualifikasi yakni terkait waktu pengumuman tender dan waktu pemasukan penawaran prakualifikasi terlalu singkat. “Sehingga timbul anggapan seperti adanya indikasi tender tersebut hanya sebagai formalitas administrasi” tutur Muzakir dalam pernyataan sikapnya. Selain itu, sistem prakualifikasi mengenai (CSMS) yang ditawarkan oleh PT PAG untuk perusahaan lokal tidak terlebih dahulu disosialisasikan.

Pada pernyataan sikap berikutnya, para pengusaha di lingkungan provit juga mempertanyakan kehadiran PT Pertamina Training dan Consulting (PTC). Pengusaha mempertanyakan keberadaan PTC sebagai pengelola jasa pengamanan (security) di lingkungan PT. PAG. Forscop mempertanyakan apakah PTC ini sebagai perusahaan BUMN. Lalu jika memang benar, apakah kualifikasinya bisa disejajarkan dengan perusahaan lokal di lingkungan provit.

“Kita mempertanyakan kenapa PT PAG memberikan pekerjaan pengadaan tenaga satpam dikelola langsung oleh PTC, apakah pengusaha lokal tidak diikutsertakan lagi dalam proses tender pengelolaan Satpam” tanya Muzakir.

Pada kesimpulannya, kata Muzakir, para pengusaha di lingkungan provit mendesak PAG untuk mencabut pengelolaan pengadaan tenaga Satpam dari PTC. Selanjutnya, pengadaan Satpam agar dilakukan tender ulang untuk diikuti oleh perusahaan lokal di lingkungan provit.

“Kami seluruh perusahaan supplier dan kontraktor di lingkungan provit PT PAG menolak kehadiran PT PTC ini. Lalu, kami berharap PT PAG tidak melibatkan PTC dalam setiap tender yang diadakan PT. PAG dan proses perekrutan Satpam agar ditinjau ulang” tutur Muzakir.

Selain terkait persoalan kehadiran PTC, kumpulan pengusaha ini juga mengeluhkan sistem manajemen PT PAG yang dinilai pilih kasih antara perusahaan lokal dan perusahaan pusat. Pilih kasih manajemen PAG disebut seperti pada saat pembayaran invoice perusahaan lokal yang cenderung berlarut-larut. Hal ini, kata dia berbeda perlakuan terhadap perusahaan dari Jakarta.

Setelah menunggu hampir 3 jam, akhirnya dua orang perwakilan Forscop diberikan kesempatan untuk berdiskusi masalah ini. “Hasil pertemuan dengan bagian Humas PT PAG, dia mengatakan nanti pihak manajemen dari Jakarta langsung yang akan menemui kami untuk membahas masalah ini” pungkas Muzakir.

Hingga berita ini ditayangkan, rubernews.com belum mendapat tanggapan dari pihak Manajemen PT PAG. Dihubungi ke nomor telpon Manajer Humas, Anwar Usman, tidak terdengar nada hubung atau belum aktif.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan