New here? Register. ×
×

FPRM Desak Pihak Terkait Serius Tangani Pengungsi Rohingya di Bireun

no comments
27Nov

Rubernews.com | Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin, sangat prihatin dengan kondisi 78 pengungsi Etnis Rohingya yang saat ini ditampung di Gedung SKB Coet Gapu Bireun. Pasalnya, mereka sudah satu bulan terakhir tidur di tempat terbuka pada halaman parkir SKB tersebut.

“Dengan kondisi hujan dan angin kencang melanda Aceh, sudah barang tentu tidak baik bagi kesehatan para pengungsi, oleh karena itu kami mendesak pemeritah Aceh serius mencari tempat relokasi yang layak,” tutur Nasruddin kepada rubernews.com, Selasa (27/11) di Langsa.

Dikatakannya, Sejauh ini pihaknya menilai langkah yang diambil oleh Dinas Sosial Aceh sangat lamban, padahal sesuai hasil rapat antara Pemerintah Aceh, Pemkab Bireuen dan  Pemko Langsa beberapa waktu lalu, bahwa Pemko Langsa atas nama kemanusiaan sudah bersedia menampung mereka di perumahan Rohingya Gampong Timbang Langsa.

“Bahkan Pemerintah Kota Langsa telah mengajak sejumlah  lembaga kemanusiaan untuk membantu memperbaiki bebera fasilitas rumah yang telah rusak dan memasang jaringan air bersih,” katanya.

Lebih lanjut Nasruddin menyebut, untuk pemindahan pengungsi, pemerintah Aceh sudah beberapa kali mengadakan rapat yang dihadiri  oleh pejabat penting,  namun sampai saat ini belum ada realisasinya bahkan terkesan saling buang badan.

“Hal ini bisa kita lihat langsung di lapangan, belum ada tanda-tanda keseriusan Pemerintah Aceh dalam merealisasi apa yang telah disepakati pada saat rapat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Salah satu yang diajukan oleh Pemko Langsa, kata Nasruddin, sebelum direlokasi pengungsi ke Langsa, hendaknya terlebih dahulu Pemerinah Aceh membangun pagar dan membantu biaya logistik, namun sampai hari ini belum terwujud.

“Untuk itu kami mendesak pemerintah pusat serius menangani pengungsi etnis Rohingya sesuai dengan Perpres Nomor :125  Tahun 2016. Jangan sampai persoalan pengungsi tersebut mencoreng nama baik Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat” imbuhnya.

Selain itu, Nasruddin juga berharap kepada UNHCR sebagai lembaga PBB yang mempunyai mandat untuk mengurusi pengungsi internasional agar dapat membantu pemerintah dalam menangani pengungsi itu, mengingat minimnya pos anggaran bencana di setiap kabupaten/kota.

Sharing is caring