New here? Register. ×
×

Banyak Atlet Umbar Aurat, Waled Husaini Berang dengan Panitia PORA

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in BERITA PILIHAN, DAERAH, OLAHRAGA
25Nov

Rubernews.com | Pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII yang berlangsung di Jantho, Aceh Besar, sudah memasuki hari terakhir. Sesuai jadwal, pekan olahraga empat tahunan tingkat Provinsi Aceh ini akan ditutup pada Minggu (25/11/2018) malam.

Tuan rumah Aceh Besar dipastikan akan menasbihkan diri sebagai juara umum PORA XIII tahun 2018. Pasalnya, hingga Sabtu (24/11/2018), Aceh Besar telah mengantongi 110 medali emas, 51 perak dan 69 perunggu. Sementara diposisi kedua ditempati kontingen Banda Aceh dengan 48 medali emas, 41 perak, dan 40 perunggu. Dengan koleksi medali tersebut, tentunya Aceh Besar tidak akan terkejar lagi.

Aceh Besar tentu harus bangga dengan prestasi yang diraih oleh para atletnya di PORA XIII, karena perolehan medali telah melebihi dari yang ditargetkan. Namun sejumlah kesan negatif juga harus diemban Pemkab Aceh Besar selaku tuan rumah. Setelah mendapat sorotan tajam dan kritikan pedas terkait ketidaksiapan panitia dan venue jelang pembukaan PORA XIII, kini pantia PORA Aceh Besar kembali disorot lantaran banyaknya atlet yang tampil dengan mengumbar aurat.

Baca: PORA Aceh Besar, Antara Pesta dan Duka

Berdasarkan penelusuran di Instagram yang di posting oleh kru media center PORA XIII, banyak para atlet baik pria maupun wanita yang auratnya terpampang dengan sangat jelas. Terlebih atlet perempuan tanpa hijab dan hanya mengenakan kaos dengan celana pendek. Tentu pemandangan seperti ini sangat ironis, karena Aceh, khususnya Aceh Besar tengah gencarnya mengimplementasikan syariat Islam hingga aktivitas warung pun harus dihentikan saat waktu azan tiba.

Tidak diketahui secara pasti apakah atlet-atlet itu muslim atau non muslim. Namun saat netizen mempertanyakan kenapa tidak mengenakan hijab atau menutup aurat, adminnya menyebut bahwa itu non muslim. Bahkan ada juga yang mempertanyakan apakah di Aceh Besar tidak ada WH (Wilayatul Hisbah/Polisi Syariat).

Wakil Bupati Aceh Besar Husaini A Wahab mengaku berang dengan adanya sejumlah atlet yang tampil di PORA XIII tanpa memperdulikan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh. Menurut pria yang akrab disapa Waled Husaini itu, adanya atlet yang tampil dengan aurat terbuka adalah kecolongan dan kelalaian dari pihak panita.

“Pemerintah Aceh Besar telah lebih dahulu mengimbau panitia dan atlet untuk menaati syariat Islam saat mengikuti perlombaan di Kota Jantho. Udah kita sampaikan ke semua panitia, ke Pemda, tolong jaga ini daerah syariat Islam. Jangan gara-gara PORA kita kena kutuk,” kata Waled Husaini saat dimintai tanggapan saat menghadiri pembukaan Mubes Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) di Hotel Grand Syariah, Banda Aceh, Sabtu (24/11/2018) malam.

Disebutnya, imbauan terkait mentaati syariat Islam bagi semua atlet dari seluruh kabupaten/kota telah disampaikan tidak hanya dengan lisan tapi juga dengan tulisan yang berupa himbauan untuk mentaati nilai-nilai syariat Islam. “Imbauan sudah kita tempel di tempat penginapan, tempat atlet, tempat cabor, intruksi bupati nomor 1 tahun 2017,” ungkapnya.

Waled Husaini secara tegas menyebut bahwa adanya atlet yang tampil dengan pakaian yang tidak sesuai dengan syariat Islam disebabkan karena kelalaian panitia. “Ini kelalaian dari panitia, sedangkan panitia sudah kita sampaikan semua. Kalau saya sendiri ke sana kemari bisa susah juga, agak repot tidak cukup kekuatan kita, tapi panitia kita sudah sampaikan semua,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Waled Husaini menegaskan, Pemerintah Aceh Besar akan segera memberi teguran kepada panitia PORA XIII. “Teguran pasti, kalau tidak ditegur bupati, saya yang tegur,” tegasnya.

Sharing is caring