New here? Register. ×
×

PORA Aceh Besar, Antara Pesta dan Duka

no comments
Written by Muzakir | Published in BERITA PILIHAN, DAERAH
20Nov

Rubernews.com | Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke XIII tahun 2018 yang berlangsung di Kabupaten Aceh Besar telah resmi dibuka oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah di komplek Jantho Sport City (JSC), Kota Jantho, Senin (19/11/2018) malam.

Pembukaan event olahraga empat tahunan ini berlangsung khidmat dan meriah. Meski baru dibuka, beberapa cabang olahraga yang memakan durasi waktu lebih lama telah diperlombakan beberapa hari lalu seperti cabang sepakbola, bola basket, dan beberapa cabang lainnya.

Sebagai tuan rumah sekaligus panitia pelaksana, Pemkab Aceh Besar mendesain open seremonial PORA ke XIII semeriah mungkin. Janji Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali untuk menyuguhkan pembukaan PORA XIII yang spektakuler pun berjalan lancar ditengah cuaca yang teduh dan tenang.

Qari ternama Takdir Feriza diundang untuk menggemparkan arena JSC dengan lantunan ayat suci Al Qur’an. Sajian tarian kolosal Gurangsang juga mampu membuat ribuan penonton terpesona dan kagum. Selain itu juga ada beberapa tampilan dan atraksi lainnya, setidaknya tamu undangan dan para atlet dibuat kagum untuk acara open seremonial tadi malam dengan puncaknya pesta kembang api yang menerangi langit Kota Jantho.

Pastinya kita bangga dengan suksesnya open seremonial yang dirangkai dengan begitu meriah. Tapi dibalik itu, ada beberapa hal yang menjadi buah bibir beberapa kontingen dan masyarakat yang melihat langsung JSC yang merupakan komplek induk PORA XIII di Jantho. Pastinya kesiapan panitia, venue dan lokasi JSC menjadi objek yang menuai banyak kritikan.

Sebuah gedung besar yang belum beratap sangat jelas terpampang dihadapan mata saat kita berdiri di depan JSC. Halamannya yang semraut dengan kondisi becek berlumpur menjadi suguhan yang tidak mengenakkan untuk dipandang mata. Belum lagi jalan menuju antar venue yang berlumpur bagaikan tak terurus.

Syukur-syukur kondisi ini mulai membaik karena dua hari terakhir hujan tidak mengguyur bumi Jantho, Aceh Besar. Tentu tidak bisa dibayangkan kondisi JSC andai langit kembali meneteskan airnya saat pelaksanaan PORA sedang dipuncaknya.

Tak heran, bila banyak warga net — dua hari jelang pembukaan — banyak yang memposting PORA XIII di Jantho dengan “PORA Poranda”, “Bek tuwe me ipatu pacok”, dan lain sebagainya.

Ternyata curhatan warga net di facebook menggambarkan kondisi Jantho Sport City (JSC) itu sendiri. Begitulah kondisi yang sesungguhnya saat kita menyaksikan langsung lokasi JSC di Kota Jantho.

Lokasi lain yang sangat memprihatinkan adalah arena panjat tebing. Menurut amatan media ini pada Senin (19/11/2018) sore — jelang malam pembukaan — lokasi panjat tebing sangat tidak elok dipandang mata. Disekeliling arena panjat tebing, tumpukan tanah yang berlumpur menjadi suguhan tersendiri. Bahkan para juri, atlet dan pihak berkepentingan lainnya harus berada di antara air lumpur.

Belum lagi komplain dan aksi pemboikotan dari Kontingen Kota Langsa akibat sakit hati dan kecewa terhadap panitia pelaksanaan PORA XIII atas pelayanan yang diterima kontingen tersebut selama di pemondokan atau lokasi penginapan.

Tentu hal ini sangat tidak mengenakkan terhadap event provinsi empat tahunan tersebut. Seharusnya event ini benar-benar menyuguhkan pesta (PORA), bukan kabar duka atau kekecewaan.

Sharing is caring