New here? Register. ×
×

Staf Ahli Haji Uma: Jangan Adu Domba Antara Mualem dengan Haji Uma

no comments
10Nov

RUBERNEWS.COM | Munculnya postingan yang disebar di linimasa media sosial Facebook yang membandingkan sosok Muzakir Manaf (Mualem) dengan Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma, dalam hal kepedulian terhadap mantan kombatan disikapi dengan penolakan dan kecaman dari Staf Ahli Haji Uma, Muhammad Daud, M.Si

Muhammad Daud dalam balasan komentarnya pada postingan facebook Berita Nanggroe Aceh serta siaran pers yang dikirim ke rubernews.com, Jumat (9/11/2018), mengecam tindakan yang membandingkan Mualem dengan Haji Uma dalam hal kepedulian terhadap eks kombatan maupun terhadap Aceh.

Menurutnya, membandingkan Mualem dengan Haji Uma dalam hal kepedulian terhadap mantan kombatan sama sekali tidak relevan dan tidak pada tempatnya. Sebagai Panglima GAM/KPA, tentu banyak hal yang telah Mualem lakukan terhadap mantan kombatan baik sepengetahuan publik maupun tidak.

“Cikal bakal Haji Uma maju sebagai anggota DPD di Pemilu 2014 lalu tidak terlepas dari dukungan Mualem. Jadi jangan mengadu domba Mualem dengan Haji Uma” ujar Muhammad Daud.

Sementara itu, dirinya juga menyatakan bahwa yang dilakukan Haji Uma yang menjenguk Tengku Amad Kostrad (Muhammad Diah) yang sedang dirawat karena sakit adalah bentuk perhatian dan kepedulian Haji Uma kepada masyarakat sebagai anggota DPD RI asal Aceh dan memang hal semacam itu kerap dilakukan oleh Haji Uma selama ini.

“Dari dulu hingga kini Haji Uma sangat baik hubungannya dengan Partai Aceh, pada Pemilu 2014 beliau bersama teman-teman di Eumpang Breuh turut menjadi bagian event kampanye Partai Aceh. Tentu dalam hal ini sangat hormat kepada Mualem” ungkap pria yang sering disapa MD ini.

Bahkan Muhammad Daud juga mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Haji Uma sebagai anggota DPD RI asal Aceh saat ini senantiasa berharap restu Mualem. Jadi sangat tidak masuk akal, lanjut dia, jika ada pihak yang mencoba untuk membandingkan Mualem dan Haji Uma yang kemudian menyebarkannya sebagai konsumsi publik.

“Sebagai Staf Ahli Haji Uma, saya mengecam tindakan tersebut dan melihatnya sebagai intrik politik untuk memprovokasi dan menghasut dengan target memunculkan sentimen para eks kombatan terhadap Haji Uma jelang Pemilu 2019” tutup Muhammad Daud.

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan