New here? Register. ×
×

Tuntutan Terlalu Rendah, JPU di Kejari Jantho Diadukan ke Komisi Kejaksaan

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, HUKUM
07Nov

RUBERNEWS.COM, BANDA ACEH | Salah seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang bertugas di Kejaksaan Negeri Jantho, Aceh Besar, dilaporkan ke Komisi Kejaksaan. Dalam surat yang dilayangkan oleh Susi Susanni, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja Jaksa yang bertindak atas kasus penganiayaan terhadap adiknya yang bernama Muhammad Rafsanjani.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (7/11/2018), Susi menjelaskan, ia berinisiatif melaporkan Jaksa tersebut atas kekecewaan sikap dan tuntutan Jaksa terhadap pelaku penganiayaan terhadap adiknya yang terkesan seperti ada permainan.

JPU, menurut Susi menuntut para terdakwa pelaku penganiayaan terhadap adiknya terlalu rendah. Ia menyebut, tuntutan tak sebanding dengan akibat yang ditimbulkan oleh para terdakwa.

“Saya melaporkan oknum Jaksa tersebut karna terkesan seperti adanya permainan dalam tuntutan kasus adik saya” kata Susi.

Dalam laman SIPP Pengadilan Negeri Jantho, JPU menjerat para terdakwa dengan pasal 170 Ayat ( 2) Ke 2 KUHP dengan menjatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan.

“Sungguh kami sangat kecewa atas tuntutan jaksa tersebut. Adik kami yang dianiaya oleh para terdakwa yang sekarang cacat permanen namun tuntutannya hanya segitu” tambah Susi.

Susi juga menjelaskan, pada saat persidangan pemerikasaan saksi juga sudah pernah dilaporkan ke Kejati Aceh dan Komnas HAM. Namun rasa kecewa atas tuntutan Jaksa seperti tidak memberikan keadilan bagi adiknya.

“Sebelumnya juga sudah pernah kami laporkan ke Kejati Aceh dan ke Komnas HAM, bahkan salah satu dari orang Kejati menelpon meminta Jaksa tersebut jangan ada kongkalikong (permainan-red) dalam kasus ini. Kami berharap ketika tuntutan, adanya keadilan bagi adik kami yang telah dianiaya oleh terdakwa hingga mengalami cacat permanen” tambahnya lagi

Susi mengharapkan, dalam kasus ini agar majelis hakim dapat melihat fakta yang sebenarnya. Sehingga kasus yang di putuskan pun bisa memberi keadilan bagi keluarganya.

“Kami mengharap, agar majelis hakim yang menyidangkan perkara adik kami dapat memberikan keadilan bagi kami sesuai fakta persidangan serta efek dari perbuatan terdakwa yang telah membuat adik kami cacat permanen” harapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, rubernews.com belum memperoleh konfirmasi dari pihak terkait.

Sharing is caring