New here? Register. ×
×

RAPBK-P Bener Meriah Belum Rampung, Aktivis Pemuda Ancam Demo Besar-besaran

no comments
06Nov

RUBERNEWS.COM, TAKENGON | Sidang paripurna Rancanga Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (RAPBK – Perubahan) Bener Meriah tahun 2018 hingga hari ini masih menjadi polemik. Pasalnya sidang tersebut berlangsung alot dan mengalami beberapa kali skorsing.

Menanggapi hal tersebut, elemen sipil dari organisasi kepemudaan (OKP) Ikatan Generasi Mandiri (IGM) Bener Meriah mengancam akan melakukan aksi besar-besaran andai tidak ada kepastian dari pihak eksekutif dan legislatif.

“Sidang sebelumnya di skorsing selama 15 hari dan besok, Selasa (6/11/2018) Sidang Paripurna Rancangan APBK-Perubahan tahun 2018 akan kembali ddilanjutkan.Jika sidang besok belum juga rampung, kami dari IGM Bener Meriah akan melakukan aksi besar-besaran,” kata Ketua Umum IGM Mauzan, Senin (05/11/2018).

Ia mengaku, pihak eksekutif dan legislatif di Bener Meriah kurang kompak dalam menjalankan roda pembangunan. “Kepada pihak legislatif dan eksekutif, kami tidak ingin lagi Rancangan APBK-Perubahan Tahun 2018 berlarut-larut. Penggunaan anggaran harus logis, adil dan akuntabel. Jangan ada lagi spekulasi saling lempar bola panas, supaya arah pembangunan di Bener Meriah ini terfokuskan” pinta Mauzan.

Sidang Paripurna Rancangan APBK-Perubahan Tahun 2018, menurutnya masih ngambang. Imbasnya, termasuk gaji tenaga honorer dengan total anggaran Rp16 miliar masih belum mencukupi. Bahkan untuk bulan Juni 2018 pegawai honor belum mendapatkan gaji.

“Sudah cukup Anjab Tahun 2017 yang telat mengorbankan SDM Bener Meriah menyangkut tenaga kerja, sepertinya APBK-P Bener Meriah terancam di Perbup-kan. Apabila hal ini terjadi kami menilai DPRK gagal secara konstitusi dan fungsinya” terang Mauzan.

Ia meminta pembahasan Rancangan APBK-P antara legislatif dan eksekutif tidak mengambil untung.

“Sepertinya ada kepentingan lain dalam masalah ini, sehingga pembahasan anggaran ini masih ngambang. kami harap efektivitas dan efisiensi anggaran digunakan seperlunya jangan ambil untung” katanya.

Jika APBK-Perubahan Bener Meriah di-Perbupkan, lanjutnya, maka tidak tertutup kemungkinan penganggaran akan kembali pada APBK murni dan hal tersebut akan membuat pembangunan di kabupaten itu tidak berjalan normal (stagnan).

“Jika besok masih belum juga selesai permasalahan ini, bukan hanya atas nama IGM yang melakukan aksi, bahkan atas seluruh nama pemuda-pemudi Bener Meriah akan turun ke jalan” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bener Meriah, Ismarisiska mengaku, alotnya pembahasan di Sidang Paripurna Rancangan APBK-Perubahan Tahun 2018 dikarenakan angka perubahan mengalami penambahan. Seperti halnya pembayaran gaji 13 yang ditanggulangi oleh daerah.

“Ada anggaran yang ditanggulangi daerah seperti pembayaran gaji 13 dan ada beberapa secara otomatis harus dibayarkan,” katanya.

Jika APBK Bener Meriah di-Perbupkan kata Ismarisiska, itu merupakan hal yang wajar. “Saya rasa ini tidak masalah, wajar-wajar saja, ada belasan kabupaten di Aceh yang sudah lewat waktu dan itu telah diatur dalam amanah Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri),” ujarnya, sembari mengatakan, jika APBK diperbupkan secara otomatis anggaran yang telah terpakai digeser, belanja modal kegiatan pembangunan tidak ada lagi.

Terkait pembayaran gaji honorer yang belum terbayarkan di bulan Juni Tahun 2018, Ismarisiska mengaku sudah dibayarkan sebahagian.

“Nanti di Rancangan APBK-Perubahan Tahun 2018 setelah keluar DPA diselesaikan semuanya. mudah-mudahan besok sudah rampung,” tutupnya.

Sharing is caring