New here? Register. ×
×

Polisi Ringkus Penyebar Hoaks Penculikan Anak

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in HUKUM, NASIONAL
05Nov

RUBERNEWS.COM, JAKARTA | Polisi menangkap sejumlah orang terkait kasus penyebaran hoaks di media sosial soal kabar penculikan anak. Delapan pelaku penyebar hoaks tersebut diamankan dari lokasi berbeda.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, perbuatan yang dilakukan para tersangka telah menimbulkan keresahan masyarakat. “Semua kasusnya sudah ditangani dan Polri sangat fokus menangani kasus-kasus hoaks yang meresahkan masyarakat” ujar Dedi, Senin (5/11/2018). Berikut data para tersangka tersebut:

1. Tersangka El Wanda (31). Ia ditangkap di Jalan Benda Raya No 8, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018) pukul 17.45 WIB. El Wanda telah memosting gambar, video, dan tulisan dengan konten tentang penculikan anak Ciseeng, Bogor, ke akun Facebook Wanda Ajjh Okehh. Ia mengaku ikut-ikutan menyebarkan informasi penculikan anak agar masyarakat lebih waspada meskipun informasi penculikan tersebut tidak pernah dicek kebenarannya dan tidak benar.

2. Tersangka Rahmat Aziz (33). Ia ditangkap di Jakarta Pusat pada Jumat (2/11/2018) pukul 00.35 WIB. Rahmat Aziz mengunggah video dengan keterangan foto di media sosial Facebook, “Berita Siang Ini..Kejadian di jalan Juanda Ciputat/Kedaung Ciputat, Terlihat seorang anak kecil sedang di todongkan senjata tajam ke bagian leher karena tersangka penculikan sudah terkepung warga dan pihak kepolisian. Waspada untuk teman teman lain nya yang punya anak kecil karena sedang maraknya korban penculikan anak.” Rahmat Aziz menyebarkan berita bohong itu untuk memberitahukan kepada teman–temannya, ibu-ibu, dan saudara pelaku di Facebook agar lebih waspada terhadap beberapa aksi penculikan anak di daerah Ciputat maupun di daerah lainnya.

3. Tersangka Jefri Hasiholan Sitorus. Ia ditangkap di kampung Sukamanah RT 021 RW 004, Kelurahan Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jumat (2/11/2018) sekitar Pukul 09.00 WIB. Jefri diketahui telah mengunggah gambar, video, dan tulisan dengan konten tentang pelaku penculikan anak ke akun Facebook Jefri Hasi Holan S. Pelaku mengunggah karena menduga informasi perihal penangkapan penculikan tersebut benar dan agar masyarakat lebih waspada.

4. Tersangka Dina Nurma Lestari. Ia ditangkap di Kecamatan Cengkareng, DKI Jakarta, Jumat (2/11/2018) pukul 08.00 WIB. Dina ditangkap karena telah memposting konten penculikan anak dengan caption, ”Astagfirullah ini bener-bener Penculik Biadab… Anak Kecil Mau di Bunuh di Bikin Video Kaya GinI.. ASTAGFIRULLAH ga kuat liat nya..Ga kebayang kalo dari ada keluarga yang di giniin, semoga cepat-cepat di tangkep para penculik dan di Tutup Pasar Gelap yang Buat Jual Organ Tubuh Manusia/Anak Kecil yang di Bunuh di Cina.” Dina mengaku ikut-ikutan menyebarkan video tersebut lantaran kasihan melihat video penganiayaan terhadap anak kecil. Ia ingin memberitahukan kepada teman-teman atau orang lain agar berhati-hati dan waspada terhadap aksi penculikan anak.

5. Tersangka Darmawan. Ia ditangkap Polda Jawa Timur di Dusun Karang Tengah RT 002 RW 007 Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (31/10/2018) sekitar pukul 15.45 WIB. Darmawan ditangkap karena telah memposting konten berita hoaks yang belum pasti kebenarannya yang dapat menerbitkan keonaran di masyarakat. Pelaku mengunggah penculikan anak dan pengambilan organ tubuh yang terjadi di Pademangan dengan motif hanya memberitahukan kepada teman-temannya agar hati-hati menjaga anaknya.

6. Tersangka Nurdin alias Eza (23). Ia ditangkap di Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (2/11/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Nurdin diduga telah mengunggah foto yang bertuliskan, ”Hati-hati jagain anak tengah malam maupun pagi, semalam penculik udah nyampe kampung Cibuntu Terminal Sukaraja.” Pelaku mengaku hanya ikut-ikutan mengunggah.

7. Tersangka Oktavianti (30). Ia ditangkap di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (2/11/ 2018) pukul 13.00 WIB. Oktavianti telah memposting penculikan anak dengan caption, “waspada penculikan anak wes sampek blitar lurwong sing tak lingkari kui wes nglabeng nag daerah sambong kanigoro,ciri-ciri pakai jaket dan topi, bawa tas ransel,moduse anak ditawari minumn dan dikasih uang,tetep waspada dan hati.” Ia mengaku mengunggah supaya masyarakat lebih waspada.

8. Tersangka Tintin Kartini (34). Ia ditangkap di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (3/11/2018). Tintin telah mengunggah konten penculikan anak dengan Caption, “Hati-hati penculikan anak udah nyampe Bandung..Bila ada yang minta baju bekas buat gempa itu hanya modus saja…Perhatikan poto 5 orang ini status masih dicari.” Ia mengaku mengunggah agar netizen berhati-hati terhadap anaknya supaya tidak menjadi korban penculikan.

Dedi menuturkan, tim Cyber Polri masih terus bekerja dan selalu berkordinasi dengan Kemeninfo untuk penanganan berita-berita hoaks yang meresahkan masyarakat. Dedi mengimbau agar masyarakat cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak ikut menyebarkan hoaks.

“Jangan ikut menyebarkan berita-berita yang tidak bisa dikonfirmasi, diklarifikasi dan diverifikasi sumbernya,” imbau Dedi. “Dan tidak mudah percaya dengan berita-berita atau info-info di media sosial yang sumbernya tidak keredibel,” sambung Dedi.

 

Sumber : Kompas.com

Sharing is caring