New here? Register. ×
×

Diduga Cemarkan Nama Baik di Medsos, Wen Gayo Terjerat UU ITE

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH, HUKUM
05Nov

Rubernews.com | Salah seorang warga Kabupaten Aceh Tengah, (IR) tersandung kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kasus pencemaran nama baik melalui media sosial itu terjadi beberapa bulan yang lalu dan telah P21 dilimpahkan ke kejaksaan Aceh Tengah.

IR di tetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian di Negeri penghasil Kopi Arabika itu lantaran telah memenuhi unsur pidana dalam status yang diungahnya ke dalam media sosial.

IR sempat meminta maaf sebelumnya namun karena status miliknya diduga sangat meresahkan masyarakat, hingga korban (Junaidi-red) warga Kecamatan Pegasing enggan memberi maaf.

Menurut Junaidi, IR telah terlalu jauh membuat status di media sosial terkait dengan kegiatan (pekerjaan) yang dilakukan Junaidi. IR mengaitkan pekerjaan Junaidi dengan pelaksanaan Pilkada yang tengah berlangsung. Oleh karena itu Junaidi merasa dirugikan.

“Saya merasa dirugikan dengan status IR yang mengatakan biaya pekerjaan yang tengah saya lakukan untuk pembiayaan pilkada salah satu calon masa itu. Hal itu tidak benar, pekerjaan yang saya lalukan tidak ada kaitanya dengan pilkada,” ungkap Junaidi, Senin (05/11/2018) di Takengon.

Junaidi merasa dirugikan oleh IR, setelah mengumpulkan data-data terkait dengan postingan IR kemudian melaporkan perbuatan yang merugikan sepihak tersebut kepihak berwajib.

“Saya sudah pikirkan terlebih dahulu sebelum melaporkanya. Dan dengan status yang dibuat IR sangat merugikan saya pribadi dan keluarga besar,” ujarnya.

Terkait dengan masalah tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Takengon, Nislianudin, SH, MH membenarkan bahwa berkas IR sudah sampai ke mejanya sekira 25 Oktober 2018 lalu dari kepolisian setempat.

“Ya, kalau berkas terkait dengan undang-undang ITE tersebut sudah ada saya terima 25 Oktober 2018 kemarin itu. Dan sudah di daftarkan di pengadilan negeri Takengon. Kami menunggu jadwal persidangan dari kawan-kawan disana,” kata Nislianudin, SH, MH.

Sejauh ini semua tidak ada masalah, semua jejak digital yang disangkakan sehingga IR menjadi tersangka. Dan yang menjerat IR sehingga sebagai tersangka adalah karena ada dugaan pencemaran nama baik dalam status yang di unggahnya dalam media sosial.

Selanjutnya Nislianudin menjelaskan, bahwa nanti kalau benar dan semua unsur terpenuhi dalam kasus ITE tersebut, tersangka akan menjalani hukuman empat tahun. Dan semua saksi ahli untuk kasus ini akan dihadirkan dari luar Aceh.

“Begitu, karena yang ahli ITE masih ada di luar Aceh. Kalau tidak salah ada tiga orang yang berasal dari Universitas Indonesia (UI)”, ungkap Nislianudin sambil mengatakan tersangka IR wajib lapor ke pihak kejaksaan Senin dan Kamis.

Tersangka IR, saat dihubungi melalui chat Masagger mengatakan, bahwa tidak ada keadilan dalam kasus tersebut dan bukti tidak terlampir serta bukti hanya screnshot saja. “Masalah itu keadilan tidak ada dan bukti tidak terlampir serta karena barang bukti hanya screnshot,” kata IR singkat melalui chat Masangger.

Sharing is caring