New here? Register. ×
×

Pendapatan RSUD Datu Beru Takengon Capai 71 Miliar, Direktur Keluhkan Hal ini

no comments
04Nov

RUBERNEWS.COM, TAKENGON | Pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru Takengon mencapai Rp.71.700.000.000 dengan persentasi realisasi sebesar 73,1 persen.

Direktur RSUD Datu Beru Tekengon Hardiyanis mengatakan pendapatan tersebut baru diterima pihaknya pada hari Selasa (30/10/2018) dan laporan itu belum diterima oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tengah.

“Ini pendapatan Rumah Sakit Datu Beru Takengon baru masuk pada hari Selasa kemarin, sedangkan laporan yang diterima di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) masih Rp.64,09 Miliar dengan persentasi 65,9 persen” kata Hardiyanis pada Rapat Evaluasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan III Tahun Anggaran 2018, Sabtu (3/11/2018).

Pendapatan tersebut, kata Hardiyanis merupakan pendapatan dari Bulan Januari sampai bulan Mei 2018. “Jika tidak ada kendala di keuangan BPJS bisa dibayarkan hingga bulan Oktober, jadi dari bulan Juni sampai Bulan Oktober, ada dua bulan lagi. Bisa diprediksi ada pendapatan sekitar Rp.37,5 miliar lagis. Bila ini terwujud, target PAD bisa terealisasi 100 persen bahkan lebih nol koma sekian persen lagi” terangnya.

Ia menambahkan, jika hal tersebut tidak akan tercapai, dana yang dimaksud tidak akan raib. Sebaliknya, dana tersebut dapat ditagih dan dibayar pada tahun 2019 mendatang sekaligus akan terjadi pergeseran pendapatan.

Selain PAD RSUD Datu Beru, di depan Bupati Aceh Tengah, Hardiyanis juga melaporkan tentang seringnya terjadi kemacetan didepan rumah sakit pemerintah itu. Hal ini diakibatkan adanya gudang truck dan gudang barang di samping kiri ruas jalan satu arah itu.

“Kemacetan yang terjadi didepan RSUD karena adanya gudang truk dan gudang barang yang membuat kemacetan. Selanjutnya ada bengkel di depan rumah sakit. Ini mohon melalui dinas terkait untuk menertibkan setelah ijinya berakhir” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar meminta kepada Dinas Perhubungan untuk turun ke lokasi memastikan kondisi seperti disampaikan Hardiyanis, sehingga pemerintah daerah mengetahui perusahaan mana saja yang belum melakukan kerjasama.

“Dinas perhubungan harus sigap menangani masalah ini, koordinasi dengan kami perusahaan mana saja belum melakukan kerjasama dengan Pemda, dan penertiban satu arah di jalan rumah sakit tolong diatur. Kalau bisa atur lalu lintas selama satu minggu di situ ajak pegawai honor di perhubungan” perintah Shabela Abubakar.

Sharing is caring