New here? Register. ×
×

Bupati Shabela Pesimis PAD Aceh Tengah Capai Target

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH, EKONOMI
03Nov

Rubernews.com | Bupati Aceh Tengah Drs.Shabela Abubakar sangat merasa pesimis (tidak yakin) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2018 di Negeri penghasil Kopi Arabika itu akan memenuhi target. Target yang diinginkan yaitu minimal 85 persen dengan capaian Rp.183 Miliar.

“Realisai PAD masih 65 persen, sedangkan total target Rp.183 Miliar, capaian ini juga masih dikategorikan relative rendah, sementara waktu  yang tersisa tinggal satu bulan lagi, saya sangat pesimis PAD akan memenuhi target,” ungkap Shabela usai rapat evaluasi penerimaan PAD triwulan III (Tiga) Tahun Anggaran 2018, di Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) setempat, Sabtu (03/11/2018.

Dari capaian target APBK tahun 2018 yaitu Rp.183.064.444.080, sedangkan hingga bulan Oktober PAD masih mencapai Rp. 119.467.984.691 dengan persentasi 65,26 persen. “Merosotnya PAD diakibatkan tidak mengalirnya dana Otsus di Kabupaten Aceh Tengah sehingga pemasukan dari dinas Pekerja Umum dan Penata Ruang (PUPR) kurang,” kata Shabela.

Selain dinas PU, ia mengkau dinas  Perhubungan dengan sumber pendapatan dari perparkiran masih perlu pengelolaan yang matang. “Yang jelas dinas Perhubungan pengelolaanya masih kurang, karena sumber pendapatanya dari jalan dan sebahagian dari Kantor-kantor,” terangnya, sembari menegaskan kepada dinas Pertanian Aceh Tengah untuk melakukan penekanan terhadap petani.

Sementara itu Kepala dinas BPKD Zulkarnain.SE.MM mengatakan, ada beberapa objek PAD yang sudah melampaui target dan ada yang perlu tindak lanjut lebih serius.

“Harapan kami PAD Aceh Tengah mencapai 100 persen, makanya kita lakukan evaluasi selama tiga kali supaya target yang diinginkan bisa maksimal, semoga dalam waktu yang tidak lama ini bisa memenuhi target yang diinginkan,”pintanya

Ia menambahkan, saat ini pihkanya sedang menggodok tentang beberpa hal menyangkut sumber PAD yang akan dihapuskan. “sesuai temuan dari beberapa SKPK, ada beberapa sumber PAD akan dihapus karena sipatnya tergilas dengan undang-undang, seperti dana kesehatan, itu tidak dimasukkan lagi, dikarenakan setiap pelayanan dasar harus di gratiskan dan tidak memungkinkan untuk retribusi, ini menjadi urgen untuk tahun 2019,”tutup Zulkarnain.

Sharing is caring