New here? Register. ×
×

Disetujui DPR, Pemerintah Anggarkan Dana Kelurahan Sebesar Rp 3 Triliun

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in NASIONAL
02Nov

Rubernews.com | Setelah menuai pro kontra, akhirnya pemerintah menganggarkan dana kelurahan sebesar Rp 3 triliun. Dana kelurahan tersebut akan dicairkan pada tahun 2019 mendatang.

Presiden Jokowi mengatakan,  dana kelurahan yang akan cair pada tahun anggaran 2019 mendatang tidak muncul secara tiba-tiba. Ia menyebut, wacana dana kelurahan sudah berjalan beberapa tahun yang lalu dimana para walikota di seluruh Indonesia yang tergabung dalam APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) memunculkan dana kelurahan ini.

Menurut Jokowi, wacana dana kelurahan sudah berlangsung 3 tahun yang lalu untuk mengurangi arus urbanisasi kota-kota di Indonesia, menghadapi permasalahan juga yang semakin kompleks mulai dari kemiskinan, ketimpangan antar warga, dan lapangan kerja.

“Merespon keinginan, merespon aspirasi para walikota tadi dalam APBN 2019, pemerintah dengan persetujuan DPR telah menganggarkan dana kelurahan sebesar Rp3 triliun,” ungkap Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Penganggaran Dana Desa dan Dana Kelurahan, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).

Presiden meminta Menteri Keuangan agar segera menyiapkan mekanisme pencairan dana kelurahan ini sehingga segera bisa dimanfaatkan. Sementara kepada Menteri Dalam Negeri, Presiden meminta agar menyiapkan kerangka untuk pengawasan dan evaluasi agar pemanfaatan Dana Kelurahan ini betul-betul menyentuh kepentingan warga di kelurahan dan warga perkotaan.

Sementara terkait dengan dana desa, Presiden menjelaskan,  anggaran tersebut setiap tahunnya naik. Dalam 4 (empat) tahun ini, pemerintah telah menyalurkan Rp187 triliun Dana Desa, dan untuk 2019 meningkat 16,7% lag. dari Rp60 triliun tahun ini menjadi Rp70 triliun.

Presiden menegaskan, dirinya  ingin agar pemanfaatan untuk dana desa ini betul-betul didampingi, dikawal dan fokus mengurangi kemiskinan, mengurangi ketimpangan yang ada di pedesaan, mengembangkan ekonomi produktif, menggerakkan industri-industri kecil yang ada di pedesaan.

Sharing is caring