New here? Register. ×
×

YARA Minta Plt Gubenur Aceh Copot Kepala BPKS Sabang

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in DAERAH, EKONOMI, SIARAN PERS
31Okt

RUBERNEWS.COM, SABANG | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah mencopot Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Said Fadhil. Dalam argumentasinya, YARA menilai selama dibawah kepemimpinan Said, kinerja BPKS merosot tajam dan tidak memiliki gagasan baru terhadap lembaga pengelola kawasan pelabuhan bebas Sabang tersebut.

Pernyataan sikap ini seperti disampaikan Kepala Perwakilan YARA Sabang, Teuku Indra dalam rilisnya yang diterima redaksi, Rabu (31/10/2018). Dalam rilisnya, YARA menyebut kinerja BPKS selama ini mandul, artinya BPKS hanya mengandalkan program lama atau hasil karya orang lain (stop show). Padahal, sosok pemimpin di BPKS diharapkan mampu berakselerasi dalam menjalankan tugasnya yang berujung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat serta percepatan pembangunan di Kota Sabang. Teuku Indra mengatakan bahwa masyarakat juga sangat kecewa atas kinerja buruk BPKS era saat ini.

“Kami atas nama masyarakat Sabang protes kinerja buruk Kepala BPKS Said Fadhil. Selaku pejabat utama yang bertanggung jawab terhadap manajemen BPKS, sampai saat ini dia belum mampu mencetus gagasan baru demi mewujudkan kemajuan daerah Sabang. Bahkan terkesan jalan ditempat” kata Teuku Indra.

Menurut Indra, saat ini BPKS bukan hanya jalan ditempat akan tetapi mengalami kemunduran disebabkan oleh hasil karya dan kinerja pimpinan BPKS itu sendiri.

“Gimana mau maju jika selalu bangga dengan hasil karya managemen sebelumnya. Mengenai predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun lalu, ternyata hasil kerja dari mantan kepala BPKS pak Ir. Fauzi. Mengenai mesin chamber hyperbaric juga hasil karya kepala sebelumnya. Kami ingin pertanyakan mana hasil karya dan kerja pimpinan sekarang?” tanya Teuku Indra.

Padahal, lanjut Indra, letak yang strategis didukung dengan infrastuktur yang memadai di Sabang saat ini, seharusnya sudah bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya menghasilkan perputaran ekonomi yang besar di kawasan tersebut. Perputaran ekonomi disuatu kawasan juga berdampak baik untuk pertumbuhan perekonomian masyarakatnya. Apalagi Sabang dikenal sebagai daerah incaran para pengusaha industri dan pengusaha wisata, baik itu investor lokal, nasional bahkan internasional.

YARA Perwakilan Sabang berharap agar pimpinan BPKS mampu menunjukkan kinerja terbaiknya kepada masyarakat. Jangan hanya terlena dengan jiplakan hasil karya orang lain. Sekaligus mengotrol sikap arogansi dalam menjalankan tugas, serta bijaksana dalam melakukan pemutasian staf di instansi tersebut.

“Cobalah mencari strategi untuk mendatangkan investor agar pertumbuhan perdaganggan di Sabang dapat berjalan dengan baik dan lancar, supaya masyarakat dapat menikmati atas kehadiran lembaga raksasa ini. Bukankan BPKS dibentuk untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan perekonomian rakyat Aceh? Bukan hanya sekedar untuk show-show yang tidak berkualitas” seru Indra.

Tambah Indra, Jika dalam waktu dekat ini BPKS belum mampu memberikan perubahan untuk Sabang, maka YARA bisa menyimpulkan pimpinan BPKS, Said Fadhil telah gagal dalam melaksanakan amanah rakyat. Pada akhirnya, lanjut Indra, pihaknya meminta kepala BPKS agar segera mengundurkan diri dari jabatannya. “Jangan korbankan rakyat atas ketidakmampuannya dalam memimpin” tulis Indra.

“Jangan berdalih bahwa Plt Gubenur Aceh terlalu cepat dalam melakukan evaluasi kinerja Kepala BPKS. Apa mungkin Kepala BPKS lupa, jika dirinya sudah lebih awal mengganti staf-staf di satuan kerjanya di BPKS. Bukannya mengevaluasi kinerja di instansi tersebut terlebih dahulu. Bahkan menurut informasi yang diterima YARA Sabang, mutasi yang dilakukan oleh kepala BPKS beberapa bulan lalu terkesan sangat arogansi dan diduga sarat politis” ungkapnya.

Indra menggambarkan, jika berdalih Plt Gubenur Aceh terlalu cepat melakukan evaluasi, ia kemudian mempertanyakan bagaimana Said Fadhil menilai kinerja buruk bawahan dalam waktu yang super cepat, dan melakukan mutasi terhadap beberapa stafnya.

“Kenapa disaat evaluasi kinerja ditujukan kepada dirinya selaku kepala BPKS, malah merengek seperti anak kecil, bahkan melakukan perlawanan terhadap Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS) selaku atasan BPKS, dengan menggelar konferensi pers. Kami minta Kepala BPKS untuk sportif saja. Jangan ada unsur politis untuk mempertahankan jabatan, kalau memang merasa tidak mampu mengemban tugas dengan baik, mundur sajalah” ketus Indra.

Pada bagian akhir pernyatan sikapnya, YARA Perwakilan Sabang meminta kepada Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah agar segera memberikan sanksi tegas terhadap Kepala BPKS Said Fadhil. Bahkan apabila Kepala BPKS saat ini tidak mampu membawa perubahan untuk kemajuan Sabang, lebih baik dicopot dan digantikan dengan yang lain.

“Dicopot dan gantikan yang lain. Masih banyak orang yang lebih mampu dan profesional dalam memajukan Sabang. Karena masyarakat menginginkan kemajuan bukan kemunduran. Jika berkompeten, lebih baik berikan kesempatan kepada putra/putri Sabang untuk memimpin BPKS” demikian Teuku Indra.

Redaksi rubernews.com berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala BPKS terkait tudingan YARA. Dihubungi ke nomor telepon tidak tersambung, demikian pula saat dilayangkan pesan pendek, Said Fadhil belum menanggapi.

Sharing is caring