New here? Register. ×
×

Cemas Kondisi Bhavye Suneja, Orangtua Pilot Lion Air JT-610 Bertolak ke Jakarta

no comments
Written by Redaksi 4 | Published in INTERNASIONAL, TEKNOLOGI
29Okt

RUBERNEWS.COM, New Delhi | Kerabat dan keluarga pilot Lion Air JT-610 yang jatuh, Bhavye Suneja dikabarkan cemas. Kedua orang tua Suneja yang menetap di Ibu Kota New Delhi, India bahkan sudah memesan tiket penerbangan ke Jakarta pada malam hari waktu setempat untuk mengetahui nasib Suneja.

Sebagaimana dilansir The Guardian, Senin (29/10), mereka berhasil mengontak salah satu kerabat Bhavye, Kapish Gandhi. Menurut Kapish, orang tua Suneja sudah mengetahui kabar kecelakaan anaknya dan akan segera terbang ke Jakarta. Bhavye merupakan warga negara India.

“Kamis menyaksikan beritanya di televisi pagi hari ini, dan kami masih belum yakin. Kami tidak bisa banyak berkata-kata,” kata Kapish.

Kapish menyatakan setelah kabar Suneja menjadi pilot di pesawat nahas itu, seluruh keluarganya di New Delhi berkumpul.

Menurut Kapish, Suneja memilih tinggal di Jakarta dengan istrinya setelah menikah dua tahun lalu. Sedangkan seluruh keluarganya berada di New Delhi.

“Dia sangat menyukai pekerjaannya, sangat menyenanginya,” kata Kapish.

Dari data profil di situs Linkedin, Suneja mulai bekerja di maskapai Lion Air sejak Maret 2011. Dia sudah mengantongi 6 ribu jam terbang di maskapai itu.

Dia juga sempat menjadi pilot magang di maskapai Emirates pada September hingga Desember 2010.

Pesawat Boeing 737-300 MAX 8 diterbangkan Suneja dengan kode lambung PK-LQP kabarnya dibuat pada 2018, dan baru dioperasikan mulai 15 Agustus lalu.

Pesawat itu dirakit di pabrik Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat. Lion Air adalah salah satu maskapai paling awal memesan burung besi itu. Hingga saat ini mereka sudah menerima dan mengoperasikan delapan pesawat itu.

Boeing 737-300 MAX 8 dengan mesin LEAP buatan CFM International diklaim lebih irit, rendah emisi, dan tidak terlampau bising.

Pesawat nahas itu tercatat mengangkut 189 orang penumpang, termasuk 7 awak pesawat. Nasib mereka hingga saat ini belum diketahui.

Pesawat itu jatuh di laut dengan kedalaman 30-35 meter. Pesawat rute Jakarta-Tanjung Pinang itu lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.21 WIB dengan tujuan Bandara Depati Amir. Namun, sekitar pukul 06.33 WIB pesawat Lion Air JT-610 itu hilang kontak lalu dikonfirmasi jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Komisi Keselamatan Transportasi Amerika Serikat secara otomatis akan membantu proses penyelidikan, dengan mengirim tim. Tim itu nantinya juga terdiri dari perwakilan Boeing, serta teknisi dari CFM International yang memasok mesin untuk pesawat itu.

CFM International adalah anak perusahaan yang dimiliki secara patungan oleh General Electric (GE) dan Safran.

Boeing sebagai pembuat pesawat juga turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian itu.

“Kami sangat prihatin untuk para penumpang dan awak, dan turut bersimpati terhadap para keluarga serta kerabat yang mereka kasihi,” tulis Boeing dalam pernyataannya dilansir dari AFP.

Boeing menyatakan mereka akan mematuhi aturan penerbangan dunia, serta membantu proses penyelidikan bersama KNKT.

“Boeing siap membantu secara teknis dalam proses penyelidikan kecelakaan itu,” lanjut Boeing.

Sharing is caring