New here? Register. ×
×

Terkait Meninggalnya Dua Bocah, IKAMAPA Nilai RSUD Cut Nyak Dhien Tidak Profesional

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in DAERAH, KESEHATAN
26Okt

Rubernews.com | Ikatan Mahasiswa Pante Ceureumen (IKAMAPA) – Banda Aceh angkat bicara terkait meninggalnya dua bocah usai disuntik petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Meulaboh beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Alfa Reza (11), anak dari pasangan Suwardi dan Nurbaiti, warga Pante Ceureumen, Aceh Barat, meninggal beberapa saat usai disuntik oleh petugas medis rumah sakit setempat pada Sabtu (20/10/2018) lalu. Selain Alfa Reza, bocah lain yang menemui ajal usai disuntik pihak medis RSUD CND adalah Ajrul Amilin (15), anak dari pasangan Nurhayati dan Hasan Basri, warga Pasie Teubee, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya.

Menanggapi hal tersebut, IKAMAPA menilai pihak RSUD Cut Nyak Dhien tidak profesional dalam menjalankan pelayanan medis, sehingga mengakibatkan dua pasien yang masih anak-anak meninggal dunia usai disuntik.

“Ini merupakan hal yang sangat memilukan bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Kasus meninggalnya Alfa Reza dari Desa Pante Ceureumen, dan Ajrul Amilin dari Aceh Jaya usai disuntik, menunjukkan bahwa tingkat pelayanan di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh patut diduga tidak profesional dalam hal pelayanan medis terhadap pasien,” kata Hamdani Mustika, Pj Ketua Umum IKAMAPA, Jumat (26/10/2018).

Selain menyayangkan kasus meninggalnya dua bocah tersebut, IKAMAPA juga meminta pihak RSUD Cut Nyak Dhien (CND) untuk bertanggung jawab atas kejadian itu, yang menurutnya ada unsur kelalaian dari petugas medis dalam melayani pasien.

Hamdani Mustika juga meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus pelayanan kesehatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh itu. “Kasus bobroknya pelayanan kesehatan di Aceh Barat bukan kali ini saja terjadi, namun sudah berulang kali, bahkan pernah mendapatkan rapor merah untuk dinas kesehatan di kabupaten yang di juluki tanah Teuku Umar ini,” ungkapnya.

“Dalam kasus yang menimpa adinda kami Alfa Reza patut diduga ada kelalaian yang dilakukan oleh oknum medis rumah sakit CND Meulaboh, sehingga menimbulkan korban jiwa. Pihak kepolisian harus mengungkap tuntas kasus meninggalnya Alfa Reza,” tegas Hamdani.

Hamdani mengungkapkan, menurut informasi yang diterimanya dari keluarga korban, pasien diduga meninggal setelah diberikan obat yang disuntik usai dilakukan operasi karena tertusuk kayu pada bagian paha korban. “Setelah disuntik, pasien mengalami kejang-kejang dan pada akhirnya meninggal dunia, padahal setelah di operasi kondisi korban sudah siuman dan sudah terlihat membaik, namun tidak lama usai disuntik petugas medis saat berada di ruang anak, korban langsung meninggal,” beber Hamdani, mengutip pernyataan keluarga korban.

Hal senada juga diutarakan Muhammad Wali, tokoh pemuda Desa Pante Ceureumen. menurutnya kasus bobroknya pelayanan kesehatan di Aceh Barat bukan lagi hal yang baru, karenanya ia meminta pihak RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh bertanggung jawab atas meninggalnya Alfa Reza.

Dia juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk mengevaluasi manajemen tim medis di rumah sakit itu. “Sudah seharusnya Pemerintah dan DPRK Aceh Barat menjadikan kasus ini sebagai kajian prioritas demi keselamatan pasien di masa-masa yang akan datang. DPRK yang diberikan amanah oleh rakyat, khususnya yang menangani bidang kesehatan juga harus benar-benar serius dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya,” demikian pungkas Wali.

Sharing is caring