New here? Register. ×
×

Aneh, Oknum Pendamping PKH Kumpulkan Kartu Penerima Manfaat di Abdya, Ada Apa?

no comments
Written by Mustafaruddin | Published in DAERAH, HUKUM
24Okt

RUBERNEWS.COM, Blangpidie | Dugaan penyimpangan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) kembali tercium di wilayah Gampong Geulima Jaya Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya, Selasa (23/10/2018).

Indikasi dugaan penyimpangan tersebut berkat laporan sejumlah warga yang dilakukan oleh oknum pendampin PKH berinisial LM. Oknum pendamping tersebut mengarahkan penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) agar mencairkan bantuanya hanya di salah satu E-Warong KUBE di wilayah itu.

Pengakuan tersebut seperti disampaikan Izal, kepada Kepala Dinas Sosial Abdya Ikhwansyah TA, didampingi Kabid Linjamsos Sukardi, Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (Korteks) Abdya Muhammad Taufik, Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Abdya Indra Pratama dan Kepala desa Geulima Jaya Miswar, saat melakukan monitoring terhadap laporan warga beberapa waktu lalu.

“Benar disini (Desa Geulima Jaya) kartunya dikumpulkan oleh ketua kelompok (PKH) Emi, kemudian digiring untuk ambil beras dan telur ayam di E-Warong disana (E-Warong KUBE PKH) milik pak Lukman,” ungkap Izal, agen penyalur Brilink yang juga tempat pengambilan bantuan pangan dari pemerintah.

Lebih lanjut Izal menyebutkan, sejumlah KPM PKH yang juga sebagai penerima BPNT di desa itu mendapat ancaman dari pendamping PKH. Ancaman dari oknum tersebut yakni jika KPM mencairkan dana bantuannya selain di E-Warong KUBE yang telah ditentukan, maka KPM harus menerima konsekuensinya yaitu dikeluarkan dari penerima manfaat PKH.

“Pengakuan masyarakat, mereka diancam tidak diberikan lagi uang (PKH) jika tidak berbelanja di E-Warong disana. Malah ada yang sudah mengambil beras ditempat kami (agen Brilink) sampai ke rumah tidak berani memasaknya” sebut Izal yang turut diiyakan oleh KPM yang bersangkutan.

Berkaitan dengan laporan dugaan penggiringan KPM oleh oknum pendamping PKH yang terjadi di Kecamatan Susoh, juga diakui Korteks Abdya Muhammad Taufik. Ia menyebutkan laporan tersebut langsung ditangani oleh pemerintah setempat melalui Dinas Sosial.

“Benar adanya laporan masyarakat bahwa ada penggiringan KPM penerima bansos pangan BPNT di Kecamatan Susoh. Mendapat laporan itu, Kadis Sosial, Kabid Linjamsos, Korteks dan Korkab PKH langsung turun ke lokasi guna memastikan kejadian tersebut” ungkap Muhammad Taufik.

Menurut Muhammad Taufik, kejadian yang menentang ketentuan itu juga pernah terjadi sebelumnya, dimana oknum pendamping PKH, LM juga pernah dilaporkan oleh KPM PKH komplementer (PKH+BPNT) dari Desa Padang Baru, Desa Pawoh, Desa Barat dan sejumlah desa lainnya kepada Korteks Abdya.

“Awal BPNT yaitu bulan Mei lalu, kami juga sudah mendapatkan laporan seperti ini. Saat itu saya langsung turun menjumpai terlapor, dan beliau LM membantah tidak pernah melakukan hal tersebut kepada KPM” lanjutnya.

Selang beberapa hari setelah Korteks Abdya menyampaikan pemahaman ketentuan BPNT 2018 kepada oknum pendamping PKH, Kadis Sosial Abdya Ikhwansyah juga telah menggelar rapat mendadak terkait permasalahan yang terjadi kala itu.

“Pak Kadis sudah pernah memanggil yang bersangkutan (LM), pak Indra (Korkab PKH), saya (Korteks) dan Kabid PFM Dinsos Abdya, guna meluruskan permasalahan yang terjadi dan meminta kepada yang terlapor agar tidak lagi mengulangi” kata Muhammad Taufik.

Secara terpisah Korkab PKH, Indra Pratama dan Kadis Sosial Abdya, Ikhwansyah TA mengakui adanya dugaan penggiringan KPM PKH komplementer sesuai laporan dari masyarakat. Kadis Sosial menegaskan bahwa yang sebenarnya KPM BPNT diberikan kebebasan melakukan pencarian dana bantuan, sebab pemerintah sudah memberikan kemudahan kepada KPM.

“Penggiringan KPM BPNT ke salah satu E-Warong memang tidak dibenarkan. KPM boleh mengambil dimana saja, terserah KPM, asal tetap masih beras dan telur ayam” terang Ihkwansyah TA, SH setelah melakukan sidak ke salah satu E-Warong dari agen Bank.

Ikhwansyah berjanji menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut. Selain mencari solusi, jika terbukti, ia juga akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Soal ada masalah dilapangan kita harus tindaklanjuti, berarti kita cari solusi, dan kita juga akan memanggil pihak-pihak yang terlibat, jika memang terbukti, maka akan diberikan sanksinya, dan sanksi akan kita jalankan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ikhwansyah.

Sharing is caring