New here? Register. ×
×

Jokowi Minta Politik Kebohongan Diakhiri

no comments
Written by Redaksi 3 | Published in NASIONAL, POLITIK
21Okt

Rubernews.com | Presiden Joko Widodo meminta para politikus menghentikan politik kebohongan. Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato di puncak perayaan hari ulang tahun Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).

“Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri, dan perkuat politik pembangunan. Politik kerja pembangunan, politik berkarya. Pembangunan bangsa sumber daya manusia yang siap bersaing di revolusi industri,” kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi mengatakan jika politik kebohongan dihentikan maka kejayaan dan kemajuan bangsa Indonesia bisa terwujud.

Mengenai politik bohong ini, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Tohir menyebut agar para politkus yang saat ini sedang aktif bertarung di Pileg dan Pilpres berhenti membohongi rakyat. Menurutnya jika kebohongan-kebohongan terus diumbar, justru rakyat lah yang akan menjadi korban.

“Kasihan rakyat. Ini merupakan pesan demokrasi yang bersahabat dan bermartabat tentu kami harus stop politik kebohongan,” katanya.

“Jangan sampai rakyat yang sekarang sedang bangun untuk Indonesia maju tapi malah terjebak dengan isu yang tidak benar,” katanya.

Erick sendiri menyebut, alih-alih menjanjikan sesuatu yang belum terwujud pihaknya justru akan bekerja keras dengan solid. Serta kata dia akan menyampaikan visi misi capres dan cawapres Jokowi dan Ma’ruf Amin.

“Dan tentu apa yang kami sampaikan adalah track record. Ya kita pastikan bahwa kita lebih kepada action oriented,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Abdul Kadir Karding pun berpesan kepada pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersama Badan Pemenangannya, terkait pidato Jokowi soal stop politik kebohongan itu, agar tak berbicara tanpa data.

“Politik kebohongan ya itu pesan untuk seluruh politisi, terutama paslon (pasangan calon) sebelah jangan suka main tanpa data bicara dengan unsur-unsur kebohongan,” katanya.

Sharing is caring