New here? Register. ×
×

Izin Pertambangan Emas PT EMM di Beutong Pengkhianatan Terhadap MoU Helsinki

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in DAERAH
  • Mantan Bupati Aceh Jaya Ir Azhar Abdurrahman.
12Okt
= 1157

Rubernews.com | Kasus izin pertambangan emas PT Emas Mineral Murni (EMM) di Beutong Kabupaten Nagan Raya dalam mengeksploitasi terhadap sumber daya alam yang telah menimbulkan konflik dengan warga setempat adalah bentuk pengkhianatan terhadap Perjanjian MoU Helsinki dan UUPA.

Penegasan tersebut disampaikan Mantan Bupati Aceh Jaya Ir Azhar Abdurrahman, Jum’at (12/10/2018). Hal ini disampaikan Mantan Bupati Aceh Jaya dua periode itu karena potensi konflik yang disebabkan eksploitasi terhadap sumber daya alam kandungan hydrocarbon, dan sekarang logam mulia emas dan tembaga yang terkandung dalam perut bumi Aceh khususnya Beutong.

Menurut Azhar,  kejadian ini adalah bentuk pengangkangan terhadap Undang Undang Nomor 11 Tanun 2006 Tentang Pemerintah Aceh. “Ini merupakan upaya pihak investor melalui Surya Paloh untuk mengelabui rakyat Aceh yang telah berjuang dengan darah dan nyawa untuk mendapat porsi yang otonom.

Dia juga menilai, penjabaran melalui Peraturan Pemerintah tentang Pembagian Hasil yang belum menguntungkan pihak Aceh, dilihat sebagai upaya memelihara konflik di Aceh sehingga satu sisi nyawa dan darah terus mengalir, sisi lain terjadi pengamanan eksloitasi pertambangan emas DMP nya.

“Secara politik kita lihat Surya Paloh dengan Partai Nasdem yang notabene sebagai partai pemerintah lebih leluasa mengatur pihak penyelenggara negara untuk memberi izin yang pada dasarnya telah menyalahi beberapa peraturan. Hal ini untuk memudahkan eksloitasi mineral tersebut yang akan menjadi pundi-pundi bagi logistik nya Partai Nasdem,” sebutnya.

Di sisi lain, kata Azhar, dapat lihat beberapa kader Partai Aceh yang diusung ke DPR RI  melalui Partai Nasdem  dengan jargon politik restorasinya dan klise nya tidak mengambil yang bukan haknya, tidak bergemingnya kritikan dari Kader Partai Aceh yang akan diusung oleh Partai Nasdem di DPR RI.

Seperti diketahui, penolakan kehadiran proyek tambang emas di Beutong, Nagan Raya yang digarap PT EMM terus disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat Aceh, terutama oleh masyarakat setempat dan aktivis lingkungan di Aceh.

Saat ini, oleh beberapa politisi Aceh, keberadaan proyek tersebut telah menyerang Surya Paloh, Bos Media Group yang juga Ketua Umum Partai NasDem. Kenapa dikaitkan dengan Surya Paloh?.

Berdasarkan penelusuran media ini, proyek pertambangan di Beutong, awalnya dimiliki oleh Kalimantan Gold Corporation Limited, perusahaan asal Kanada yang memiliki jaringan bisnis dengan raksasa tambang Freeport-McMoRan Inc. Kalimantan Gold Corporation Limited merupakan salah satu perusahaan besar yang mengeksploitasi beberapa mega proyek tambang emas dan tembaga di Indoensia, salah satunya di Beutong, Nagan Raya, melalui PT Emas Mineral Murni (EMM).

Sebelumnya, Kalimantan Gold Corporation Limited mengakuisisi 40% saham tambang emas di Beutong dari Tigers Realm Copper Pty Ltd, perusahaan asal Australia, yang proses akuisisinya dituntaskan pada 9 Januari 2015.

Kalimantan Gold Corporation Limited disinyalir memiliki jaringan bisnis dengan Ketua Umum Surya Paloh dalam penggarapan hasil alam Aceh. Surya Paloh disebut juga memiliki saham dibalik eksploitasi kekayaan alam di Beutong Nagan Raya, berupa logam mulia, emas dan tembaga yang digarap oleh PT EMM. Bos Media Group itu juga disinyali sebagai pihak yang memuluskan izin PT EMM untuk mengeksploitasi kekayaan alam Aceh di Beutong.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan