New here? Register. ×
×

Pertahankan Hijab, Miftahul Jannah Dulang Pujian Hingga Hadiah Umrah

no comments
Written by Mustafaruddin | Published in DAERAH
  • Miftahul Jannah, atlet judo asal Aceh. | Foto: Bola.com
09Okt
= 621

Rubernews.com | Miftahul Jannah boleh gagal di ajang Asian Para Games 2018 Jakarta lantaran didiskualifikasi karena enggan melepas hijab yang dikenakannya saat akan bertanding melawan wakil Mongolia, Gantulga Oyun.

Atlet Jodo asal Aceh Barat Daya (Abdya) itu diminta wasit untuk melepas hijabnya saat akan bertanding, namun ia menolaknya, hingga wasit mengusirnya pada pertandingan yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (8/10/2018). Gantulga Oyun pun dinyatakan menang tanpa pertandingan.

Baca: Tolak Lepas Jilbab, Atlet Jodo Asal Aceh Diusir Dari Asian Para Games

Usai diusir dari Asian Para Games, Miftahul Jannah tidak sendirian, ia mendapat pujian dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Aceh. Ia dipuji karena sikap dan pendiriannya dalam mempertahan perintah agama, dengan menolak membuka hijab.

Wakil Bupati Abdya, Muslizar mengapresiasi keputusan Miftahul Jannah yang menolak permintaan wasit untuk melepas jilbabnya. Menurutnya sikap Miftahul Jannah sudah tepat dalam mempertahankan jati diri ketimbang sebuah medali.

“Sikap yang diambil sudah sangat tepat. Jangan hanya karena untuk mengejar prestasi lalu menghilangkan jati diri,” kata Muslizar saat diminta tanggapannya, Selasa (9/10/2018).

Miftahul Jannah adalah atlet kelahiran Abdya 21 tahun silam. Ia sudah menjadi tunanetra saat berusia 3 tahun. Meski demikian, di usia yang masih sangat muda, dia telah memiliki segudang prestasi termasuk di bidang olahraga.

“Sikapnya membuat kami selaku orang Abdya merasa bangga. Ini melebihi ratusan bahkan ribuan medali emas yang hendak dia persembahkan buat daerahnya, bahkan negara Indonesia,” katanya.

Selain pujian dari orang nomor dua di Abdya itu, Miftahul Jannah juga mendapat pujian dan dukungan dari berbagai pejabat dan masyarakat Indonesia. Bahkan atas sikap dan pendiriannya itu, Miftahal Jannah ditawari hadiah umrah, salah satunya datang dari anggota DPR RI Jazuli Juwaini.

Ketua Fraksi PKS itu memberi hadiah umrah kepada atlet wanita asal Aceh ini lantaran kagum dan terharu dengan sikap dan pendirian Miftahul Jannah yang mempertahankan jati diri sebagai seorang muslimah sejati, meski harus menerima konskuensi didiskualifikasi dari ajang Asian Para Games.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]

Tinggalkan Balasan