New here? Register. ×
×

Menterengnya Pendapatan PTPN 1 Aceh Bertolak Belakang dengan Nasib Karyawan

no comments
Written by Mustafa Rani | Published in DAERAH, EKONOMI
Tag: ,
09Okt

Rubernews.com | PTP Nusantara 1 Aceh sebuah perusahaan dengan pendapatan yang fantastis sudah seyogyanya mampu mensejahterakan para karyawannya. Namun faktanya berbeda, hingga saat ini berhembus kabar Perusahaan Plat merah itu masih terhutang atas gaji para karyawan, Pihak ketiga dan sejumlah proyek kegiatan yang belum dilunasi.

Perusahaan Plat merah tersebut seharusnya menjadi contoh dan tauladan bagi perusahaan-perusahaan lain di wilayah Aceh, dimana Karyawan dan tenaga kerja wajib menjadi tanggungjawab utama untuk disejahterakan, baik dari gaji, Jaminan Ketenagakerjaan dan Pensiun.

Namun disebut-sebut sejumlah Pensiunan PTPN 1 hingga saat ini belum menerima Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu ditengarai PTPN 1 masih menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan, sehingga BPJS tidak bisa memberi klaim.

Informasi yang dihimpun rubernews.com, dari beberapa sumber menyebutkan bahwa, saat ini ada tiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang setiap hari beroperasi mengolah TBS yaitu PKS Cot Girek, PKS Tanjung Seumantoh, dan PKS Pulau Tiga.

Dimana, jumlah pengolahan TBS per PKS rata-rata per hari mencapai 1.000 Ton, jika dikali 30 hari berarti perbulan setiap PKS mampu menghasilkan 30.000 Ton TBS. Jika Randemen 21 % dan 6.300 CPO perbulan maka PTPN 1 mampu mendapatkan Rp.7.000 per Kilogram dari penjualan. Jika dikalkulasi maka per bulan PTPN 1 mampu meraup pundi-pundi uang sebesar Rp. 44 Miliar, jika ditambahkan dengan pendapatan lain berupa, Penjualan Cangkang dan Inti, perbulan PTPN 1 bisa meraup rupiah kurang lebih Rp.70 Miliar.

Jika dibandingkan dengan pengeluaran total PTPN 1 per bulan yang disebut-sebut mencapai Rp.120 Miliar, artinya PTPN 1 mengalami kesulitan untuk menanggulangi beban pengeluaran, sehingga bisa membahayakan kondisi keuangan Perusahaan Plat merah tersebut.

Sementara Sekertaris PTPN I, Abdul Ghazali, didampingi Kepala Bagian Humas, Yantri kepada awak media Jumat (05/10) membantah pendapatan PTPN I yang disebut mencapai Rp
132 Miliar per bulan dan tidak bersedia menyebut angka nominal.

“Tidak benar pendapatan PTPN1 segitu, mohon maaf kami tidak bisa memberitahukan angka pasti. Karena itu merupakan rahasia perusahaan,” ujarnya.

Sementara saat ditanya apakah pengeluaran PTPN 1 mencapai 120 Miliar perbulannya, Sekretaris perusahaan membenarkannya.

“Kurang lebih segitu. Namun kita mengunakan keuangan perusahaan sesuai dengan skala prioritas,” pungkasnya.

Sharing is caring