New here? Register. ×
×

Maimun Bantah Tudingan Calo PNS dan Pemalsuan Tandatangan Gubernur

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in DAERAH
08Okt

Rubernews.com | Maimun akhirnya angkat bicara terkait tudingannya terlibat sebagai calo Pegawai Negri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia juga membantah keras tudingan pemalsuan tandatangan Gubernur Aceh Zaini Abdullah sebagaimana yang disangkakan oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Sebelumnya, Anita Selfitri (26), perempuan asal Pidie Jaya membuat laporan ke YARA atas tuduhan penipuan yang dilakukan Maimun untuk menjadi PNS. Dalam kasus ini, Anita juga mengaku dirugikan sebesar Rp 130 juta yang disetor melalui Maimun. Menurut pengakuan Anita, yang tidak lain adalah sepupu Maimun, uang tersebut diminta sebagai biaya pengurusan atau uang pelicing pengangkatan PNS.

Ketua YARA, Safaruddin, saat menerima laporan Anita menyebut, bahwa SK yang diberikan oleh Maimun kepada Anita merupakan SK palsu, begitu juga dengan tandatangan Zaini Abdullah yang saat itu menjabat Gubernur Aceh ikut dipalsukan.

Terkait hal tersebut, Maimun dengan tegas membantah tudingan YARA. Dalam kasus ini, Maimun mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya juga bagian dari korban penipuan yang dilakukan oleh oknum yang dekat dengan orang nomor satu di Aceh. Menurut pengakuan Maimun, salah satu dalang dibalik penipuan perekrutan CPNS dimaksud adalah MS, karena MS lah yang menerima aliran dana setoran dari para korban penipuan ini.

“Saya yang memalsukan tandatangan gubernur dan saya yang mengeluarkan SK, itu tidak benar. Saya dan keluarga saya korban dalam hal ini,” tegas Maimun didampingi para kuasa hukumnya, saat menggelar konferensi pers di Paradigma Cafe, Banda Aceh, Senin (8/10/2018). Dalam kesempatan ini, selain Maimun juga hadir beberapa korban penipuan dalam perekrutan PNS ini.

Maimun menyebut sebenarnya dalam kasus ini masih banyak keterlibatan oknum-oknum lain, namun dia tidak menyebutkan secara rinci. Maimun juga mengaku menyimpan SK PNS sebagai alat bukti dalam mengungkap keterlibatan pihak lainnya.

“Ini salah satu misalnya SK, ketika ditarik kembali sengaja saya sembunyikan sebagai bukti. Korban lain, rata-rata sudah ditarik, supaya nanti jangan dibilang rekayasa seperti sekarang ini saya dibilang yang memalsukan. Kita punya dokumen transaksi yang terjadi di lingkungan kantor Gubernur Aceh,” bebernya.

“Hari ini yang perlu saya klarifikasi, ini yang mengeluarkan SK adalah oknum di lingkungan kantor gubernur. Nanti diselidiki siapa yang mengeluarkan, mungkin Abu Doktor bisa menjelaskan, Pak Sekda, Pak Dermawan bisa menjelaskan. Orang lain yang kasih ke kita, ke korban bisa menjelaskan, siapa yang buat SK ini,” tambanya.

Maimun juga mengkritik langkah YARA karena telah menuduhnya yang mengeluarkan SK dan memalsukan tanda tangan gubernur. “Jangan asal nuduh, padahal sudah sepakat sama-sama kita bongkar kalau ini tidak benar,” ungkapnya.

Sementara tim kuasa hukum Maimun, Yulfan, SH mengatakan tuduhan terhadap klien-nya yang dilakukan YARA sangat prematur, tidak lengkap, fitnah dan hoaks. “Kenapa? Tentu dalam proses pertukaran, dalam proses pendampingan ini belum masuk ranah hukum. Pertanyaannya bagaiman YARA bisa menkonform dan berkesimpulan di depan publik, padahal ini belum masuk ranah penelitian dan penyelidikan,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Yulfan akan berupaya menyelesaikan masalah tersebut secara hukum, termasuk upaya mengungkapkan dalang sebenarnya dibalik kasus yang menjerat nama Maimun. “Kita akan membuat laopran ke polisi, biar polisi yang mengungkap kasus ini secara tuntas,” pungkasnya.

Sharing is caring