New here? Register. ×
×

87 Penjarah Usai Gempa dan Tsunami Palu Diringkus Polisi

no comments
Written by Redaksi 3 | Published in HUKUM, NASIONAL
04Okt

Rubernews.com | Kondisi yang belum stabil di Kota Palu, Sulawesi Tengah usai diguncang gempa bumi dan tsunami justru dimanfaatkan oleh sekelompok orang melakukan kejahatan. Sudah ada 87 jiwa penjarahan yang diringkus polisi.

Dari total itu, 42 orang di dimensi baru ditemukan setelah terbukti di Jalan Moh Hatta, Kota Palu. Mereka disebut di tempat perkara (TKP) yang berbeda, namun masih satu kompleks.

Di TKP pertama, Polri berhasil meringkus tiga orang yang menjadi warga Kota Palu. Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berbentuk lima karung biji kakao, satu karung makanan ringan, dan satu unit mobil minibus untuk mengangkut hasil curian.

“Di TKP 2 tertangkap 11 orang warga Kabupaten Sigi dengan barang bukti satu unit truk, satu karung makanan ringan, 60 kardus lantai keramik, dan 250 atap seng,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo melalui keterangan, Jakarta , Kamis ( 4/10).

10 Orang tersangka diamankan di TKP 3. Dari tangan warga Kabupaten Donggala itu, polisi menyita barang bukti berupa 22 ban sepeda motor, 97 botol sepeda motor, dan enam unit ponsel.

Polisi juga memukul 12 warga Kabupaten Sigi saat beraksi di TKP 4. Dari tangan mereka diamankan barang bukti berupa tiga bilah parang dan satu unit truk yang akan digunakan untuk mengangkut barang jarahan.

Terakhir, enam warga Kabupaten Toli-toli Diterjemahkan menjadi kompleks yang sama. Barang bukti yang disita antara lain 150 botol pupuk cair, 30 botol pestisida, dua karung makanan ringan, dan satu unit truk untuk mengangkut barang curian.

Sebelumnya, jajaran Polresta Palu juga telah mengamankan 45 tersangka penjarahan. Para ahli diringkus saat beraksi pada 1 Oktober 2018 di lima lokasi yang berbeda.

“Jadi total sementara tersangka penjarahan ada 87 orang. Mereka dijerat. Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan Pemberatan,” tutup Dedi.

Sharing is caring