New here? Register. ×
×

Panitia Pemilihan Panglima Laot Lhok Birem Langsa Disomasi

no comments
Written by Mustafa Rani | Published in DAERAH, HUKUM
28Sep

Rubernews.com | Panglima Laot Lhok Birem terpilih Sofyan AR melakukan somasi Panitia Pemilihan Panglima Laot Lhok Birem untuk Wilayah Kecamatan Langsa Barat-Baro, Kota Langsa melalui kuasa hukumnya T.Syaifuddin, SH serta Advokat/Penasihat Hukum pada Kantor Advokat Sopian Adami-T.Syaifuddin dan Rekan.

Panglima Laot Lhok Birem terpilih Sofyan AR (Cek Pras) warga Gampong Seuriget Kecamatan Langsa Barat kepada sejumlah awak media disalah satu warung kopi di Kota Langsa, Jum’at (28/9) sore mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Panglima Laot Lhok Birem dengan tidak memuat berita acara guna meng SKkan pemberi kuasa selaku pemenang dalam pemilihan pada Jumat 29 Juni 2018 yang dilaksanakan pada Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Langsa .

Dirinya menyebut, Berdasarkan surat somasi khusus nomor : 014/SKK/SATP/IX/2018 mengajukan somasi yakni, Panitia Pemilihan Panglima Laot Lhok Birem yang ditunjuk secara lisan oleh Dinas Perikanan Kota Langsa untuk melakukan pemilhan Panglima Laot.

Dikatakan Sofyan, pemilihan tersebut, dirinya dengan nomor urut dua berhasil mendulang 66 suara yang mengungguli dua rivalnya yaitu Dahlan Bakri (Apa Cut) nomor urut satu 46 suara dan Muhammad Nadir dengan nomor urut tiga meraih 60 suara, dari total suara 173 pemilih nelayan, satu suara dinyatakan rusak.

“Pemilihan Paglima Laot Lhok Birem untuk Wilayah Kecamatan Langsa Barat dan Baro itu terdiri dari nelayan dari tujuh gampong yakni Timbang Langsa, Bakaran Bate, Alur Dua, Birem Puntong, Seuriget, Simpang Lhe serta Gampong lhok Banie,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada hari itu juga panitia menetapkan dirinya sebagai pemenang dan juga membacakan serta menetapkan pemenang dari hasil pemilihan secara lisan.

“tidak ada sanggahan maupun keberatan dari pihak manapun termasuk dari panitia maupun dari calon lainnya serta dari peserta pemilihan,” tuturnya.

Namun Anehnya, lanjut Sofyan, keesokan hari pada Sabtu 30 juni 2018, panitia menyampaikan laporan kepada Dinas Perikanan dan sejumlah orang yang keberatan serta meminta untuk pemilihan ulang. Padahal pada saat pembacaan hasil pemilihan tidak ada satu pihakpun yang keberatan.

Sharing is caring