New here? Register. ×
×

Haji Uma dan Cerita Kopi Aceh di Ulang Tahun Parlemen Azerbaijan

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in DAERAH
  • Senator asal Aceh H. Sudirman alias Haji Uma, saat menghadiri HUT Parlemen Azerbaijan di Kota Baku.
24Sep
= 601

Rubernews.com | Senator asal Aceh H. Sudirman alias Haji Uma, menjadi salah satu anggota delegasi Parlemen Indonesia (gabungan unsur DPD dan DPR), yang menghadiri undangan peringatan ulang tahun Parlemen Azerbaijan ke 100 di Baku, pada Jumat (21/9/2018).

Kehadiran delegasi DPD RI yang dipimpin Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) mendapat sambutan penuh keakraban dari Wakil Ketua Parlemen Azerbaijan, Valeh Alasgarof. Selain delegasi Indonesia, sekitar 65 perwakilan parlemen negara-negara dunia juga hadir dalam perayaan ulang tahun Parlemen Azerbaijan ini.

Menurut Haji Uma, dirinya merupakan salah satu senator terpilih yang mendampingi Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO) menghadiri undangan ulang tahun Parlemen Azerbaijan yang ke 100. Haji Uma melanjutkan, kunjungan ke Azerbaijan ini sendiri bukanlah perjalanan dinas resmi, sehingga seluruh biaya ditanggung dengan biaya pribadi Ketua DPD RI.

Kehadirannya disana, kemudian dimanfaatkan Haji Uma untuk turut menyampaikan informasi dan mempromosikan potensi sumber daya alam (SDA) untuk peluang investasi, pariwisata Aceh dan Kopi Aceh, khususnya Kopi Arabica Gayo yang telah memiliki brand di tingkat internasional dalam setiap pembicaraan dengan anggota parlemen dari sejumlah negara yang turut hadir disana.

“Saya hanya memanfaatkan peluang kehadiran disana untuk promosi tentang Aceh, terutama sektor pariwisata dan keunggulan kualitas kopi arabika gayo dalam setiap pembicaraan dengan delegasi parlemen dari sejumlah negara, salah satunya Azerbaijan sendiri, Inggris, Yordania dan Afganistan,” ujar Haji Uma.

Dalam pembicaraan dengan anggota Parlemen Inggris, Sajjad H. Karim yang merupakan muslim, Haji Uma memperoleh informasi tentang laju perkembangan persentase umat muslim di Inggris yang terus meningkat dan Sajjad H. Karim menyampaikan keinginannya berkunjung ke Indonesia, terutama Aceh yang memiliki jumlah populasi muslim mayoritas. Sajjad juga mengakui keunggulan kualitas kopi arabika Aceh dipasar eropa.

Di lain kesempatan, Haji Uma juga terlibat dialog serius dengan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan BEY Fananie, MA bersama anggota Parlemen Yordania, Azerbaijan dan Afganistan terkait potensi pariwisata dan perdagangan. Dalam kesempatan ini, Haji Uma turut menyampaikan potensi investasi, wisata dan perdangan Aceh, salah satunya komoditas kopi gayo. Namun Haji Uma sedikit terkejut, karena para anggota parlemen tersebut ternyata telah mengetahui tentang kopi Gayo, Aceh.

Sementara terkait bahasa dalam komunikasinya dengan anggota parlemen dari beberapa negara tersebut, Haji Uma mengakui mendapat bantuan terjemahan bahasa inggris dari Dubes RI untuk Azerbaijan.

“Nye hana pak Dubes, sang can lagee na laju bahasa inggreh,” kelakar Haji Uma dalam bahasa Aceh, menceritakan seputar kunjungan kerja ke Azerbaijan.

Lanjutnya, dari pembicaraan dengan Dubes RI untuk Azerbaijan bersama anggota Parlemen dari sejumlah negara, Haji Uma menyampaikan pentingnya mengkaji kembali peluang penurunan pajak ekspor yang selama ini kerap dikeluhkan para eksportir. Disamping itu, tambah Haji Uma, dirinya juga berbicara bagaimana harga ekspor komoditi pertanian seperti kopi, coklat, karet dan lainnya lebih baik, sesuai kualitas komoditas itu sendiri.

Sharing is caring

[avatar size="150" /]