New here? Register. ×
×

Meriahkan GMIFest, 55 Club Bertanding Dayung Perahu Tradisional

no comments
Written by Karmiadi Arinos | Published in DAERAH, KEBUDAYAAN, PARIWISATA
22Sep

Rubernews.com | Dalam rangka memeriahkan even Gayo Alas Mountion International Festival (GMIFest) Gayo dan Alas sebanyak 55 Club bertanding dayung perahu tradisional di Sungai Peusangan persiapan Kampung Boom Kabupaten Aceh Tengah.

Dari 55 Klub yang bertanding itu terdiri dari 40 klub untuk kategori umum dan 15 klub untuk kategori Pelajar.

Ketua Panitia kegiatan tersebut Jaisan kepada Rubernews.com mengatakan, sebelumnya undangan yang disebar untuk peserta lomba terdiri dari 4 Kabupaten, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

“Kami sudah menyebar undangan ke 3 Kabupaten tetangga untuk menjadi peserta di ajang lomba dayung perahu tradisional, namun peserta yang didelegasikan oleh Kabupaten tetangga gugur secara administrasi,” ungkap Jaisan, Sabtu (22/09/2018) di Takengon.

Ia menambahkan, klub yang didelegasikan oleh Kabupaten tetangga itu gagal dalam persyaratan berupa Photo Kopy KTP dan persyaratan lainya.

“Semoga tahun depan kegiatan yang sama dalam event yang sama bisa dimeriahkan kembali dari 4 Kabupaten yang ada di Gayo sehingga menjadi lebih semarak dan Aceh Tengah lebih dikenal dengan destinasi wisatanya,” tutupnya.

Terpisah, Wakil Bupati Aceh Tengah H. firdaus. S. KM mengatakan, lomba dayung perahu tradisional itu penting untuk dikembangkan, bukan hanya dinikmati oleh para masyarakat yang ada diseputaran Danau semata namun dari daerah luar harus ikut dilibatkan sebagai peserta.

“Kedepan, peserta yang dilibatkan jangan hanya khusus untuk yang ada diseputaran danau, namun dari seluruh Kecamatan yang ada di Aceh Tengah,” terang firdaus.

Ia menambahkan, destinasi wisata diseputaran Danau Lut Tawar penting untuk dikelola dan ditata dengan rapi, sehingga para wisatawan yang hadir dari luar daerah merasa nyaman sehingga menjadi nilai ekonom bagi warga yang ada disekitar lokasi wisata.

“Pinggir danau lut tawar perlu ditata dan dirawat, mengembangkan destinasi wisata dipinggir danau lut tawar kami sanggat mensupport, contohnya tempat wisata Lukup Penalam yang sudah tertata dengan rapi, begitu juga dengan tempat ini, silahkan dikelola dan ditata se kreatif mungkin,” terang Firdaus.

Ia meminta kepada seluruh pengelola wisata yang ada di Aceh Tengah untuk memperhatikan nuansa syari’at islam yang berlaku di Aceh.

“Tempat wisata tidak boleh lari dari syariat islam di Aceh, karena disini bukan Bali, ini perlu menjadi kesadaran bersama, jangan hanya Pemda saja yang memperhatikan, namun masyarakat juga harus berpartisipasi memberi masukan kepada kami,” tutup Wakil Bupati Aceh Tengah itu didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh, Amiruddin dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Aceh Tengah Kahiruddin Yus.

Untuk diketahui, Lomba dayung Perahu berlangsung selama 2 hari mulai 22-23 September 2018 di Sungai Peusangan persiapan Boom.

Sharing is caring