New here? Register. ×
×

Lombakan Game Play Mobile Legend, KNPI Atam Dinilai Gagal Faham

no comments
Written by Mustafa Rani | Published in DAERAH, TOKOH
09Sep

Rubernews.com | Pagelaran Perlombaan Game Play Mobile Legend oleh DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Aceh Tamiang pada tanggal 11/09/2018 mendatang, menuai kritik dari bebagai kalangan. Pasalnya, kegiatan tersebut dianggap jauh dari roh pemuda sebagai “Agent Of Change”.

“KNPI itu wadah berkumpulnya para Organisasai Kepemudaan (OKP) untuk berkreasi dan menciptakan pemuda yang berdayasaing tinggi demi mewujutkan pembangunan di berbagai sektor,” ujar Saiful Alam SE, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus pemerhati sosial, kepada rubernews.com, Minggu (9/9), di Kuala Simpang.

Dirinya menyayangkan, KNPI tempat berkumpul pemuda yang seyogianya memiliki kreatifitas dan inovatif, menjadi gagal faham dalam mengelola organisasi Intelektual muda itu.

“Sangat disayangkan, Kalau seperti ini generasi millennial, mau dibawa kemana,” sebutnya heran.

Menurut Saiful, Masih banyak kegiatan lain yang lebih positif dan bermanfaat kepada masyarakat. Sehingga, tatanan kepemudaan menjadi tolak ukur dalam kebijakan pembangunan daerah yang lebih baik lagi.

“Jangan jadikan citra pemuda jelek dimata masyarakat dengan kegiatan yang tidak jelas Feed Backnya untuk Pemuda,” ujar Saiful.

Hal serupa disampaikan Syahri El Naser, tokoh muda di daerah itu. Menurutnya, Game online yang dikompetisikan KNPI itu sudah melenceng dari tujuan organisasi kepemudaan.

Ia menyebut, bermain Game tentunya menjadikan generasi muda cuma terfokus kepada gadgetnya saja, sehingga banyak waktu yang terbuang sia-sia.

“Game itu banyak mudaratnya dari pada manfaat, jadi dipikir-pikir dulu sebelum berbuat agar tidak salah kaprah,”ujarnya.

Untuk itu, Ia berharap agar KNPI lebih berpikir luas dan cerdas dalam membangun serta melahirkan pemuda kompeten yang berguna untuk daerah.

Sharing is caring