New here? Register. ×
×

Bocah Pidie yang Tidak Bisa Bergerak Hanya Koinsiden, Bukan Sebab Vaksin MR

no comments
Written by Muzakir | Published in DAERAH, KESEHATAN
14Agu

Rubernews.com | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh, Selasa (14/8/2018) menggelar konferensi pers terkait kondisi T Muhammad Helmi Sultansyah (7), bocah asal Pidie yang terbaring lemah usai disuntik vaksin Measles Rubella (MR) di sekolahnya.

Seperti diberitakan,   Murid kelas 2 SDN 1 Pasi Rawa, Kota Sigli itu harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Tgk Chik Di Tiro Sigli pada Senin (6/8/2018) malam karena merasa nyeri dan tidak bisa menggerakkan kedua kakinya usai disuntik vaksin Measless Rubella (MR) di sekolah.

Saat ini Helmi Sultansyah, yang merupakan anak sulung dar Dewi Rani (32), sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk menjalani perawatan lebih insentif.

Dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif itu, menghadirkan sejumlah dokter spesialis dengan berbagai latar organisasi kesehatan, termasuk menghadirkan dokter spesialis anak yang menangani perawatan Helmi selama di RSUZA.

Dalam kesempatan itu, Kadis Kesehatan Aceh, dr. Hanif mengatakan, berdasarkan hasil investigasi pihaknya dengan melibatkan sejumlah dokter spesial, disimpulkan bahwa Helmi Sultansyah menderita penyakit tersebut bukan disebabkan oleh suntikan vaksi MR, namun penyakitnya datang secara kebetulan bersamaan dengan dilakukan suntik vaksin mengingat dia punya riwayat penyakit tersendiri.

“Ini hanya koinsiden atau penyakit yang ditimbulkan secara kebetulan bersamaan dengan dilakukan suntikan vaksin, dan bukan karena vaktor imunisasi suntikan vaksin MR semata,” sebutnya.

Ketua Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Aceh, dr. T.M. Thaib, M.Kes, Sp.A (K) menjelaskan sebelum diimunisasi, anak yang yang dimaksud memang sudah memiliki riwayat penyakit berupa demam.

“Ada hal yang menjadi catatan penting, bahwa sebelum dilakukan suntikan vaksin, anak ini memang mempunyai riwayat demam. Namun tiga hari sebelum kampanya imunisasi vaksin MR, kondisi Helmi sudah membaik karena perawatan medis sehingga bisa dilakukan suntikan vaksin. Mungkin daya tahan tubuh dia yang tidak siap sehingga menimbulkan gejala penyakit seperti saat ini,” terangnya.

Sementara dokter spesialis anak yang menangani langsung Helmi di Rumah Sakit Zainal Abidin, dr. Bachtiar mengatakan kondisi Helmi saat dirujuk ke RUZA dalam kondisi kelemahan otot bukan lumpuh. Dan saat ini kondisi Helmi sudah semakin membaik.

“Sekarang kondisinya sudah mulai puli, pergerakan kakinya sudah baikan, sudah dapat diangkat. Kesembuhannya sudah diatas 50 persen,” sebutnya.

 

Sharing is caring