New here? Register. ×
×

Bendera Palestina Berkibar di Ibukota Israel, Netanyahu Kesal

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in INTERNASIONAL
13Agu

Rubernews.com | Pemandangan unik terlihat saat ribuan warga Arab Israel melakukan demostrasi di Ibukota negara itu, Tel Aviv pada Sabtu lalu. Dalam aksi yang berlangsunga, sejumlah demontran mengibarkan bendera Palestina.

Pengibaran bendera Palestina oleh para demontran tersebut sontak menimbulkan reaksi kesal dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, pemandangan itu menjadi bukti bahwa Israel memang harus menjadi negara-bangsa Yahudi.

Ribuan warga Arab Israel pada Sabtu lalu berdemo di Rabin Square, Tel Aviv untuk menentang Jewish Nation-State Law (Undang-Undang Negara-Bangsa Yahudi) yang baru-baru diadopsi pemerintah Netanyahu. UU Negara Yahudi itu telah dikecam masyarakat internasional karena berpotensi menjadi rezim apartheid, di mana hanya etnis Yahudi yang diberi hak dan kebebasan menentukan nasibnya sendiri di Israel.

Sementara kelompok minoritas lainnya seperti Arab dan Druze, menurut undang-undang tersebut, akan menjadi warga kelas dua yang hak-haknya tak diakui di negara Israel.

“Tadi malam kami menerima kesaksian yang meyakinkan dari penentang eksitensi Negara Israel dan urgensi UU Negara-Bangsa (Yahudi),” kata Netanyahu mengacu pada demo besar-besaran warga minoritas Arab.

“Justru inilah kita meloloskan UU Negara-Bangsa (Yahudi). Kami bangga dengan negara kami, bendera kami dan lagu kebangsaan kami. Israel adalah negara Yahudi dan demokratis,” ujar Netanyahu seperti dilansir Sindonews.com mengutip dari Jerusalem Post, Senin (9/13/2018).

“Banyak dari para demonstran yang ingin membatalkan Law of Return (UU Restorasi), membatalkan lagu kebangsaan, menggulung bendera kita dan membatalkan Israel sebagai negara nasional dari orang-orang Yahudi dan mengubahnya-seperti kata juru bicara mereka kedalam sebuah negara Israel-Palestina,” ungkap Netanyahu kepada para menterinya pada Minggu kemarin.

UU kontroversial itu disahkan bulan lalu. Terlepas dari ketidakpuasan yang meluas, Netanyahu menegaskan bahwa undang-undang Israel lainnya dirancang untuk melindungi minoritas.

Sharing is caring