New here? Register. ×
×

Tendang Perusahaan Amerika, Pertamina Kuasai Ladang Minyak Terbesar Indonesia

no comments
Written by Redaksi 1 | Published in EKONOMI, NASIONAL
01Agu

Rubernews.com | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Blok Rokan kepada perusahaan BUMN, PT Pertamina (persero).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, pada Selasa (31/7/2018) mengatakan keputusan tersebut diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola Blok Migas di Provinsi Riau itu.

Sekedar informasi, Blok Rokan merupakan ladang minyak terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, yang terletak di Provinsi Riau. Selama 47 tahun terakhir Blok Rokan dikuasai oleh perusahaan asing asal Amerika Serikat, Chevron, sebelum beralih dalam penguasaan Pertamina.

Pertamina mendapat 100% hak partisipasi Blok Rokan yang akan terminasi 2021 kepada PT Pertamina (Persero). Dengan keputusan ini maka Pertamina akan menjadi operator di Blok Rokan, yang merupakan ladang minyak terbesar di Asia Tenggara, mulai 8 Agustus 2021.

Agung menyampaikan bahwa kondisi ini didasari dengan Signature Bonus yang disodorkan Pertamina sebesar USD784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun dan nilai komitmen pasti sebesar USD500 juta atau Rp7,2 triliun dalam menjalankan aktivitas eksploitasi migas.

Ia juga menambahkan bahwa besarnya angka tersebut juga membuktikan bahwa finansial Pertamina masih dalam kondisi baik.

Terpilihnya Pertamina sebagai pengelola, menurut Agung, akan meningkatkan kontribusi Pertamina terhadap produksi migas nasional.

“Sejauh ini, porsi Pertamina produksi migas nasional telah meningkat dari sekitar 23% saat ini, menjadi sebesar 36% pada tahun 2018 dan 39% tahun 2019 saat saat blok migas terminasi mulai aktif dikelola Pertamina,” tambah Agung.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan, nilai tambah yang didapat dari keputusan ini adalah menjadikan Pertamina sejajar dengan world top oil company yang mampu menguasai 60% produksi migas nasional pada tahun 2021.

Sebagai informasi, Blok Rokan sendiri termasuk blok migas yang bernilai strategis. Produksi migas blok rokan menyumbang 26% dari total produksi nasional.

Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan dimana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri, Minas, dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal operasi.

“Melalui keputusan ini juga Pemerintah turut mendukung kemampuan keuangan Pertamina yang ditugaskan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah dalam menjalankan fungsi pelayanan publik dalam penyediaan energi dengan harga yang terjangakau ke seluruh tanah air, seperti program BBM Satu Harga,” pungkas Agung di akhir rilis tersebut.

Sharing is caring